Ilustrasi Buku Matematika SD di Tiongkok Bikin Orang Tua Murid Murka
Dunia

Gambar yang ditampilkan dalam buku teks matematika memicu kemarahan di media sosial Tiongkok. Klaim dan spekulasi mengatakan bahwa gambar itu pro-Amerika Serikat.

WowKeren - Sebuah buku ajar sekolah dasar di Tiongkok telah memancing kemarahan besar para orang tua murid. Buku teks sekolah dasar itu berisi konten yang dianggap terlalu Amerikanisasi, menjurus ke arah seksual, dan jelek.

Gambar yang ditampilkan dalam buku teks matematika baru-baru ini memicu kemarahan di situs media sosial Tiongkok, Weibo. Para pengguna di media sosial itu mengkritik ilustrasi dalam buku yang menggambarkan anak-anak dengan dahi besar dan mata kecil.

Menurut laporan CNN, ilustrasi dalam buku itu juga digambarkan jelek, ofensif, dan rasis. Beberapa pengguna Weibo mengira ada konotasi seksual yang mendasari di beberapa gambar.

Misalnya ilustrasi yang merujuk pada anak laki-laki kecil yang digambarkan dengan tonjolan di celana mereka, dan seorang anak laki-laki ditunjukkan dengan tangannya di dada seorang gadis. Ilustrasi lain menunjukkan seorang gadis lompat tali dengan pakaian dalam yang terbuka.


Tak hanya itu, klaim dan spekulasi juga mengatakan bahwa gambar itu pro-Amerika Serikat. Klaim itu merujuk pada pakaian yang dikenakan anak-anak yang memiliki motif bintang dan garis-garis, dan dalam warna bendera AS.

Sebaliknya, dalam ilustrasi lainnya, bintang-bintang pada bendera Tiongkok justru digambar secara tidak akurat. Hal ini membuat para kritikus murka dan menganggap ilustrasi itu anti-Tiongkok. Padahal, buku-buku itu telah digunakan sebagai bahan ajar di sekolah dasar Tiongkok selama hampir satu dekade.

Penerbit milik negara People's Education Press pekan lalu mengumumkan akan menarik kembali semua buku teks yang terpengaruh untuk didesain ulang. Lalu tak lama setelah itu, Kementerian Pendidikan Tiongkok memerintahkan penerbit untuk merevisi publikasinya, dan menyiapkan salinan yang telah direvisi untuk ruang kelas pada bulan September.

Lebih jauh, Kementerian Pendidikan juga menuntut buku teks agar mematuhi nilai-nilai politik yang benar, yang mana itu mengarah pada promosi budaya Tiongkok dan sesuai dengan selera estetika publik. Beberapa berspekulasi seniman maupun orang-orang yang berada di balik desain tersebut bekerja untuk pasukan di AS, bertugas merusak anak-anak sekolah Tiongkok.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait