Catcalling kerap dianggap hal lumrah oleh sebagian masyarakat. Namun, Catcalling ternyata dapat berakibat buruk untuk jangka panjang. Berikut, 6 dampak buruk yang mungkin terjadi.
- Sisilia Rizky Azalea
- Senin, 06 Juni 2022 - 14:52 WIB
WowKeren - Fenomena catcalling masih sering terjadi di masyarakat. Sebagian besar korban mengeluh, risih bahkan ketakutan setiap kali catcaller muncul.
Mayoritas masyarakat pun mengecam fenomena ini karena dianggap sebagai pelecehan seksual. Sayang, sebagian lainnya masih melihat catcalling sebagai hal yang lumrah.
Tindakan catcalling termasuk kebiasaan buruk yang perlu dihilangkan. Sebab, perilaku catcalling bisa membawa trauma yang mendalam bagi korban. Seorang profesor dari St. John’s University, William Castello juga berpendapat bahwa catcalling bisa berdampak fatal untuk jangka panjang.
"Dalam jangka pendek, mereka mungkin merasa marah, kesal, malu, terancam, dan takut. Sementara, efeknya bisa sangat berbahaya untuk jangka panjang," kata William Castello.
Sementara itu, pengertian dan sejarah munculnya catcalling sudah sempat dibahas WowKeren di artikel sebelumnya. Nah kali ini, WowKeren akan mengulas lebih dalam tentang bahaya fenomena catcalling. Yuk, simak terus artikel berikut ini.
(wk/Sisi)1. Mengganggu Kesehatan Mental
Catcalling dianggap sebagai bentuk pelecehan seksual. Karena itu, fenomena ini mengancam kesehatan mental para korbannya. Korban berisiko mengalami depresi bahkan gangguan psikologis lainnya. Hal itu dibenarkan oleh William Castello.
"Catcalling berisiko buruk pada kesehatan mental termasuk gejala depresi dan gangguan makan, dan bahkan penurunan produktivitas," jelas William Castello.
2. Munculnya Perasaan Takut Sendiri Ketika Berada Di Tempat Umum
Kebanyakan korban catcalling menjadi takut sendiri saat berada di tempat umum. Akibatnya, mereka memilih untuk membatasi mobilitas di luar ruangan. Profesor sosiologi dari St. John’s University, Geraldine Cicero menyebut batasan itu berdampak pada kualitas hidup korban.
"Tak jarang, mereka (korban) membatasi mobilitasnya di ruang pribadi maupun publik. Pasalnya, catcalling juga berkorelasi dengan peningkatan ketakutan dan persepsi risiko pemerkosaan. Akhirnya, hal itu berdampak pada kualitas hidup dan perkembangan pribadi mereka," papar Geraldine Cicero.
3. Menurunkan Kepercayaan Diri Seseorang
Risiko lain karena catcalling yakni menurunnya kepercayaan diri seseorang. Mayoritas korban biasanya akan merasa malu dan cemas akan penampilannya. Hal itu lagi-lagi dibenarkan oleh William Castello.
"Pelecehan semacam catcalling juga dapat berdampak serius pada kepercayaan diri wanita. Akibatnya, pelecehan verbal seperti catcalling dapat membuat wanita merasa malu dan cemas akan penampilannya," kata William Castello.
4. Risiko Munculnya Pertengkaran
Risiko pertengkaran antara pelaku dan korban juga memungkinkan terjadi. Kondisi itu muncul ketika korban tak terima dengan perlakuan catcaller.
Pasalnya, tak jarang, terdapat korban catcalling yang berontak lantaran tak terima mengalami pelecehan. Tentunya, adu mulut bahkan fisik berisiko terjadi di antara kedua belah pihak.
5. Pelaku Terancam Pidana
Kini catcaller dapat terancam hukuman pidana. Hal itu lantaran Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) telah disahkan. Berdasarkan Pasal 5 UU TPKS, pelaku perbuatan seksual nonfisik bisa terancam hukuman pidana hingga 9 bulan penjara. Pelaku juga bisa terkena pidana denda paling banyak Rp10 juta.
Di beberapa negara seperti Portugal, Belgia, dan Argentina, perilaku catcalling sudah masuk ke ranah hukum pidana. Bahkan, di Prancis warga negaranya dilarang melakukan catcalling dan meminta para korban untuk berani melapor.
6. Memicu Trauma Korban
Dampak terburuk yakni korban berisiko memiliki trauma usai mengalami catcalling. Apalagi, bagi mereka yang memiliki mental dan fisik lemah. Psikolog terkenal Dr. Colleen Cullen membenarkan pandangan tersebut.
"Pengalaman pelecehan verbal dapat memicu gejala depresi terutama bagi mereka yang baru mengalami. Dalam jangka panjang, beberapa wanita menunjukkan tanda-tanda traumatis yang sulit disembuhkan," kata Dr. Cullen.
Nah, itu dia dampak buruk yang sering terjadi karena maraknya catcalling. Semoga artikel di atas membantu sobat WowKeren menyadari akan bahaya catcalling.
Di artikel selanjutnya, WowKeren akan memberi tips bijak menghadapi pelaku catcalling. Buat kamu yang sering menjadi korban catcalling atau bahkan belum pernah mengalaminya, nantikan ya. See you!