Seorang WNI pemilik akun YouTube Bayu Wiro ikut menjadi relawan untuk mencari keberadaan Eril. Sampai akhirnya, pencarian mereka di titik Bendungan Engehalde, Swiss membuahkan hasil.
- Marina Larasati
- Jumat, 10 Juni 2022 - 11:44 WIB
WowKeren - Pihak kepolisian Bern, Swiss telah menyatakan bahwa jasad yang ditemukan di Bendungan Engehalde adalah Emmeril Kahn Mumtadz alias Eril, putra Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Penemuan ini diduga juga berkat salah seorang WNI yang tinggal di Swiss.
Pria bernama Baruno Wiro Nugroho itu rupanya turut menjadi relawan membantu pencarian sejak Eril dinyatakan hilang karena hanyut di sungai Aare pada 26 Mei 2022 lalu. Melalui akun Facebook dan kanal YouTube-nya, ia kerap membuat siaran live saat tengah mencari keberadaan Eril.
Tak sendiri, pemilik kanal YouTube Bayu Wiro ini bersama teman-temannya untuk mencari Eril. Sampai akhirnya titik pencarian mereka tertuju di bendungan Sungai Aare di Engehalde, Bern. Dalam video yang diunggah di kanal YouTube-nya, Bayu menceritakan proses awal penemuan Eril di bendungan tersebut.
Bayu memperlihatkan sebuah mesin pengeruk sampah otomatis yang terdapat di Bendungan Engehalde. Mesin pengeruk sampah tersebut mengangkut semua benda yang terbawa oleh air ke tempat pembuangan akhir.
Selain itu, ia juga memperlihatkan situasi pintu air Bendungan Engehalde yang dibuka saat ia tiba di sana. "Ternyata dam-nya dibuka saat ini. Jadi apapun bisa lewat kalo dibuka," terangnya dalam video yang diunggah, Kamis (9/6).
Melihat banyaknya benda apa pun yang dibkeruk oleh mesin otomatis tersebut, Bayu seperti punya dugaan kuat bawah proses pencarian Eril harus dilakukan di lokasi bendungan. "Yang nyangkut, semua yang nyangkut akan naik ke atas, seperti yang di lihat di sini (menujuk mesin otomatis tersebut) baru nanti dibuang ke sana," ujar Bayu sembari menujuk sebuah tempat yang diduga di situlah keberadaan Eril.
Bayu menjelaskan, hanya saja jika ingin memastikan dan melakukan pencarian ke dalam bendungan memerlukan izin aparat setempat. Bayu yang curiga dan tak bisa berbuat banyak akhirnya mencoba menghubungi pihak KBRI Bern. Sesekali ia melihat limbahan kayu dapat terangkat oleh mesin tersebut.
"Makanya kami menunggu dari pihak KBRI juga supaya... nah itu kelihatan apa pun, termasuk kayu besar pun bisa dibersihkan oleh mesin ini. Jadi bisa lihat sendiri bagaimana mesin ini bekerja, membersihkan sampah yang nyangkut di sini," papar Bayu.
Pada saat itu, Bayu belum mengetahui apakah otoritas Swiss sudah melakukan pencarian hingga ke bendungan atau belum. "Jadi itu yang membuat kami curiga. Untuk sementara titik pencarian berhenti di sini, sambil menunggu pihak berwenang untuk memperbolehkan melihat atau mereka yang melihat sendiri ya. Apa sebenarnya yang di (ada) sana," tukas Bayu dalam videonya.
Melihat aksi Bayu dan sejumlah relawan lainnya, netter dibuat terharu. Mereka memuji perbuatan baik Bayu yang bersedia menjadi relawan untuk ikut membantu dalam proses pencarian Eril selama 2 minggu ini.
(wk/lara)