Dalam artikel kali ini, WowKeren akan menghadirkan pengertian beserta ciri-ciri perilaku manipulatif, salah satu masalah dalam sebuah hubungan yang patut diwaspadai.
- Eva Lestari
- Rabu, 15 Juni 2022 - 13:13 WIB
WowKeren - Perilaku manipulatif kerap muncul dalam hubungan asmara anak muda. Istilah ini sendiri digunakan untuk menggambarkan seseorang yang suka mengendalikan orang lain demi kepentingannya sendiri.
Orang yang manipulatif saat pacaran tak segan menggunakan kelemahan pasangannya demi mendapatkan apa yang dia inginkan. Perilaku ini tentu sangat merugikan, karena pelaku akan memanipulasi korban dengan beragam cara termasuk memainkan emosi orang lain.
Karena alasan itu, perilaku ini bisa mendatangkan berbagai dampak buruk dalam sebuah hubungan. Sebab seorang manipulator biasanya akan bertindak pasif-agresif, gaslighting, suka menyalahkan orang lain hingga tak ragu untuk berbohong.
Para korban yang terjebak dalam hubungan seperti ini biasanya merasa tidak punya pilihan sehingga akan mengikuti kemauan si manipulator. Sejumlah anak muda bahkan cenderung tutup telinga dan menuruti apapun keinginan pasangannya dengan dalih "rasa sayang".
Hubungan seperti ini sudah tergolong tidak sehat, yang jika dibiarkan bisa menyakiti salah satu atau bahkan kedua belah pihak. Jadi, dengan ini WowKeren akan memberikan beberapa cara untuk mengenali orang yang manipulatif agar kalian tidak sampai terjebak dalam toxic relationship.
(wk/eval)1. Suka Berbohong
Salah satu ciri utama orang manipulatif adalah suka berbohong. Alih-alih meminta maaf, seorang manipulator akan mempermainkan fakta untuk membuat korbannya merasa kebingungan.
Orang yang manipulatif pandai melihat kesempatan dan celah demi mendapatkan keinginannya. Karena itulah mereka tak segan untuk berbohong dan memutarbalikkan fakta demi menyembunyikan kesalahannya.
2. Suka Mengabaikan Masukan Orang Lain
Ciri kedua yang dimiliki oleh manipulator adalah suka mengabaikan masukan orang lain. Demi mendapatkan keinginannya, orang manipulatif akan menganggap orang lain setuju dengan apa yang mereka katakan sehingga mereka cenderung mengabaikan masukan orang lain.
Selain itu, seorang manipulator juga tidak memberi banyak waktu bagi orang lain untuk mengambil keputusan. Mereka akan cenderung menekan orang lain dan menciptakan ketegangan agar membuat keputusan gegabah yang sesuai dengan keinginannya.
3. Sering Menyangkal dan Menghindar
Menyangkal dan menghindar adalah taktik lainnya yang biasa digunakan oleh seorang manipulator. Cara ini dilakukan untuk menarik simpati korban saat dia ketahuan bersalah.
Orang yang manipulatif akan menyangkal setiap pertanyaan yang diajukan korban agar bisa dimaafkan. Setelah itu, dia akan menghindari topik yang berkaitan dan mengalihkan pembicaraan agar bisa lari dari tanggung jawab.
4. Pura-Pura Peduli
Demi memanipulasi pikiran korban, seorang manipulator tak segan untuk berpura-pura mempedulikan mereka. Mereka tak ragu menunjukkan beberapa perhatian palsu demi merusak keputusan asli korban dan mendapatkan keinginannya.
Oleh karena itu, sebaiknya waspadai orang yang tiba-tiba memberimu perhatian lebih padahal sebelumnya cenderung bersikap dingin. Bisa jadi, perhatian itu tidak tulus karena sedang ada maunya!
5. Pura-Pura Bodoh
Selain pura-pura peduli, orang yang manipulatif juga tak segan bertindak bodoh demi menggoyahkan kepercayaan korbannya. Mereka akan bertindak seolah-olah tidak memahami perkataan atau permintaan orang lain demi mendapatkan tujuannya.
Manipulator yang menggunakan taktik ini kemungkinan besar sedang menyembunyikan sesuatu atau menghindari tanggung jawab. Oleh karena itu, pastikan untuk lebih berhati-hati ya!
6. Membuat Orang Lain Merasa Bersalah
Orang yang manipulatif akan bersikap dominan karena merasa bahwa dia harus selalu berkuasa dalam sebuah hubungan. Karena itu, mereka akan membuat korbannya merasa lemah dan kebingungan.
Sebagai contoh, saat kamu ingin mengoreksi perilakunya, dia akan langsung memutarbalikkan perkataanmu. Hal itu akhirnya membuatmu merasa bersalah dan segera meminta maaf kepadanya.
7. Mengintimidasi dan Bertindak sebagai Korban
Terakhir, seorang manipulator cenderung suka mengintimidasi orang lain dan bertindak sebagai korban. Meskipun tidak bertindak kasar atau melontarkan ancaman, dia akan melontarkan kata-kata halus namun menusuk hati.
Jika cara ini tidak berhasil, dia akan bertindak sebagai korban untuk mengubah pikiran targetnya. Dia akan bertindak seolah-olah dia adalah orang yang paling menderita dan menyesali apa yang telah terjadi. Jadi, jangan sampai terjebak dengan rayuannya, ya!
Nah itu dia pengertian beserta ciri orang manipulatif yang patut untuk diwaspadai. Dalam artikel berikutnya, WowKeren akan menghadirkan beberapa tips menghadapi pelaku manipulatif. Stay tune ya.