Taiwan meradang akibat ulah pihak penyelenggara Piala Dunia 2022 di Qatar. Pasalnya, pihak penyelenggara mengatakan penggemar Taiwan mungkin terdaftar sebagai berasal dari Tiongkok.
- Amelia Nur Fatimah
- Rabu, 15 Juni 2022 - 18:11 WIB
WowKeren - Kementerian Luar Negeri Taiwan menyampaikan kecaman untuk penyelenggara Piala Dunia di Qatar pada hari Rabu (15/6). Hal itu usai pihak penyelenggara mengatakan penggemar Taiwan mungkin terdaftar sebagai berasal dari China atau Tiongkok. Taiwan juga menuntut penyelenggara tidak membiarkan "faktor politik yang tidak pantas" untuk ikut campur dalam acara olahraga.
Masalah ini sangat sensitif bagi Taiwan yang menentang klaim kedaulatan China atas negara mereka. Khususnya upaya tetangga raksasanya itu untuk mengklaim bahwa orang-orang dari Taiwan berasal dari China.
Semua pemegang tiket Piala Dunia harus mengajukan permohonan kartu Hayya yang digunakan untuk mengidentifikasi penggemar, yang juga berfungsi sebagai visa masuk mereka ke Qatar.
Pada hari Selasa (14/6), menu tarik-turun kebangsaan pada sistem aplikasi tidak memiliki daftar sama sekali untuk Taiwan. Kemudian seorang pejabat senior Qatar mengatakan bahwa orang Taiwan kemungkinan akan terdaftar sebagai asal dari China pada kartu tersebut.
Kemudian pada hari Rabu (15/6), sistem online mencantumkan "Taiwan, Provinsi China", terminologi yang sama-sama membuat marah pemerintah Taiwan dan banyak rakyatnya. Meskipun itu juga menyertakan bendera Taiwan, simbol yang dikutuk pemerintah China.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Taiwan, Joanne Ou mengatakan "tidak dapat diterima untuk meremehkan negara kita" dan mereka mencari penyelenggara untuk membuat "koreksi segera dari cara mereka".
“Kemlu kembali menghimbau kepada penyelenggara Piala Dunia untuk tidak membiarkan faktor politik yang tidak pantas mengganggu kegiatan olahraga sederhana dan menodai tempat olahraga yang menghargai kompetisi yang adil dan menekankan semangat para atlet,” tambahnya.
Penyelenggara harus membiarkan olahraga menjadi olahraga dan memberi penggemar di seluruh dunia “acara sepak bola Piala Dunia yang bersih”.
Namun sayangnya tidak ada tanggapan segera atas komentar dari penyelenggara Piala Dunia. Kantor komunikasi pemerintah Qatar tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Sementara itu, Taiwan bersaing di sebagian besar acara olahraga internasional, seperti Olimpiade, sebagai "Tiongkok Taipei" untuk menghindari masalah politik dengan Beijing. Taiwan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Qatar, yang, seperti kebanyakan negara, hanya mengakui pemerintah China.
China, yang berusaha untuk menegaskan klaim kedaulatannya, telah meningkatkan tekanan bagi negara-negara dan perusahaan asing untuk menyebut Taiwan sebagai bagian dari China dalam dokumen resmi dan situs web. Di mana sering kali menggunakan kata-kata “Taiwan, Provinsi China”, atau “Taiwan, Cina".
(wk/amel)