Sidang tersebut disiarkan secara publik di saluran televisi cabang kehakiman, namun cuplikan yang menjadi sorotan itu kemudian dibagikan secara luas di Twitter.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 16 Juni 2022 - 11:52 WIB
WowKeren - Seorang penari telanjang Brasil membuat geger baru-baru ini ketika dia tiba-tiba muncul di tengah audiensi publik virtual penyelidikan korupsi Presiden Peru Pedro Castillo pada hari Rabu (15/6). Konten tak terduga muncul saat Jaksa Samuel Rojas menguraikan alasan mengapa Castillo harus diselidiki.
Rojas menggambarkannya sebagai 'gambar yang sangat sugestif' saat rekaman penari telanjang pria, Ricardo Milos, muncul di layar selama persidangan. "Mereka menunjukkan gambar yang sangat sugestif," ujarnya.
Sidang tersebut disiarkan secara publik di saluran televisi cabang kehakiman, namun cuplikan yang menjadi sorotan itu kemudian dibagikan secara luas di Twitter. Dalam audiensi itu, seorang hakim Mahkamah Agung sedang mengevaluasi permintaan untuk membatalkan penyelidikan apakah presiden memimpin plot korupsi yang melibatkan mantan Menteri Transportasi dan Komunikasinya, Juan Silva.
Sebagaimana diketahui, Silva saat ini tengah bersembunyi. Sementara itu, Presiden sayap kiri Castillo saat ini menghadapi pengawasan atas dugaan korupsi di pemerintahannya, protes sosial serta penurunan popularitas setelah 10 bulan berkuasa.
Kembali ke insiden itu, tim pembela hukum presiden berusaha mencegah jaksa menanyainya pada sidang yang dijadwalkan akan digelar pada Jumat pekan ini. Namun tiba-tiba, Video Milos muncul melalui akun pengguna Benji Espinosa. Dia adalah seorang anggota tim pembela Castillo, yang menyebabkan sidang dihentikan sebentar.
Namun, Espinosa membantah bahwa dirinya harus bertanggung jawab atas munculnya video itu. Alih-alih mengakui tuduhan itu, dia menegaskan bahwa dirinya adalah korban kejahatan komputer.
"Video itu muncul tiba-tiba," katanya kepada Reuters. "Memberi kesan bahwa itu berasal dari akun saya, yang saya tolak."
Pengacara juga menambahkan bahwa dia mengajukan keluhan kepada hakim. Espinosa mengklaim bahwa insiden itu menunjukkan bahwa sistem peradilan virtual masih rentan.
(wk/zodi)