Badan Lingkungan Nasional menyebut tahun 2022 telah mencatat lonjakan awal kasus demam berdarah, yang mana jumlahnya diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 16 Juni 2022 - 12:43 WIB
WowKeren - Singapura memiliki cara tersendiri untuk membasmi penyakit demam berdarah di wilayahnya. Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Grace Fu mengumumkan pada Senin (15/6) bahwa Badan Lingkungan Nasional (NEA) akan melepaskan nyamuk Aedes aegypti (Wolbachia-Aedes) jantan pembawa Wolbachia mulai Juli 2022.
Perluasan pelepasan nyamuk Wolbachia-Aedes jantan akan melengkapi upaya masyarakat untuk memerangi demam berdarah. Adapun terkait lokasi pelepasan nyamuk, itu tidak dipilih secara asal namun telah didasarkan pada serangkaian kriteria seperti riwayat tingkat risiko demam berdarah, populasi Aedes aegypti, ukuran dan lanskap kawasan, dan kapasitas NEA untuk memproduksi dan melepaskan nyamuk Wolbachia-Aedes jantan.
Adapun inisiatif ini pertama kali dimulai oleh NEA pada tahun 2016. Namun proyek bertajuk Project Wolbachia itu hanya mencakup 39 blok HDB dan lebih dari 3.900 rumah.
Saat ini, proyek tersebut mencakup sekitar 1.800 blok HDB di kota Yishun, Tampines, Choa Chu Kang dan Bukit Batok, dan dalam jarak lima kilometer persegi dari tanah yang ditampung di Marine Parade, yang terdiri dari sekitar 160.000 rumah. Dengan perluasan, total cakupan proyek akan meningkat dari 19 persen saat ini dari semua blok HDB di Singapura, menjadi 31 persen.
NEA menyebut tahun 2022 telah mencatat lonjakan awal kasus demam berdarah, yang mana jumlahnya diperkirakan akan mencapai rekor tertinggi. Singapura telah mencatat lebih dari 14.000 kasus demam berdarah tahun ini.
Terkait teknik kerjanya, pelepasan nyamuk Wolbachia-Aedes jantan akan menekan populasi nyamuk Aedes aegypti perkotaan. Ketika nyamuk jantan yang terinfeksi bakteri Wolbachia dilepaskan dan kawin dengan Aedes aegypti betina perkotaan yang tidak membawa Wolbachia, telur yang dihasilkannya tidak menetas.
Hal ini mengurangi populasi Aedes aegypti secara keseluruhan. "Hasilnya sejauh ini menjanjikan," kata NEA dalam siaran persnya.
Tampines dan Yishun telah mengalami penurunan hingga 98 persen dalam populasi nyamuk demam berdarah dan hingga 88 persen pengurangan kasus demam berdarah. NEA akan meningkatkan jumlah nyamuk Wolbachia-Aedes jantan yang dihasilkan per minggu dari saat ini dua juta menjadi lima juta pada akhir tahun 2022.
(wk/zodi)