Raksasa Kosmetik Revlon Bangkrut, Kalah Saing dengan Merek Startup?
pixabay.com/Ilustrasi/SimonMichaelHill
Dunia

Revlon mulai kehilangan ruang rak di toko-toko AS terhadap startup yang didukung oleh selebriti ternama seperti Kylie Jenner dengan Kylie Cosmetics dan Fenty Beauty milik Rihanna.

WowKeren - Kabar mengejutkan datang dari raksasa kosmetik Revlon Inc. Produsen kosmetik itu telah mengajukan perlindungan kebangkrutan Bab 11 atau yang dikenal dengan istilah Chapter 11 dalam UU Kepailitan Amerika Serikat, pada Rabu (15/6).

Langkah itu diambil setelah perusahaan berjuang untuk bersaing dengan merek pemula yang berfokus secara online dalam beberapa tahun terakhir. Menurut pengajuan ke Pengadilan Kepailitan AS untuk Distrik Selatan New York, pembuat cat kuku dan lipstik yang dimiliki oleh miliarder Ron Perelman pada hari itu mendaftarkan aset dan kewajiban antara 1 hingga 10 miliar dolar AS (14,7 triliun sampai 147 triliun rupiah).

Pengajuan Chapter 11 memungkinkan perusahaan untuk terus beroperasi sambil menyusun rencana untuk membayar kreditur. Adapun pengajuan kebangkrutan ini dilakukan setelah beberapa hari yang lalu Wall Street Journal melaporkan bahwa Revlon telah memulai pembicaraan dengan pemberi pinjaman menjelang jatuh tempo hutang untuk menghindari kebangkrutan.


Revlon harus bersaing ketat dengan sejumlah merek baru. Penjualan merek ini telah berjuang di tengah kemacetan pasokan dan kegagalan untuk dengan cepat beralih ke perawatan kulit yang diminati. Merek ini juga mulai kehilangan ruang rak di toko-toko AS untuk startup yang didukung oleh selebriti ternama seperti milik Kylie Jenner Kylie Cosmetics dan Fenty Beauty milik Rihanna.

Revlon telah beroperasi selama 90 tahun, dengan mulai menjual cat kuku di tengah masa Depresi Hebat, dan kemudian menambahkan lipstik terkoordinasi ke dalam koleksinya. Pada tahun 1955, merek tersebut telah dikenal secara internasional.

Perusahaan induk Perelman, MacAndrews & Forbes Inc, mengambil alih Revlon pada tahun 1985 melalui pengambilalihan yang sengit. MacAndrews & Forbes menggugat Revlon atas penerimaan perusahaan atas tawaran yang lebih rendah dari Forstmann Little & Co.

Gugatan itu kemudian menghasilkan keputusan pengadilan Delaware yang penting tentang tugas fidusia anggota dewan. Namun, beban utang perusahaan terbukti memberatkan, terutama setelah menjual lebih dari 2 miliar dolar AS pinjaman dan obligasi untuk mendanai akuisisi Elizabeth Arden pada 2016.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait