Pemimpin Taliban Sebut Urusan Luar Negeri Akan Dilakukan Sesuai Hukum Syariah
mfa.uz
Dunia

Pernyataan pemimpin spiritual tertinggi Taliban, Haibatullah Akhundzada, tersebut tertuang dalam salinan pidatonya yang dibagikan oleh Kementerian Informasi pada Jumat (19/8).

WowKeren - Pemimpin tertinggi Taliban menyatakan bahwa pihaknya akan berurusan dengan komunitas internasional sesuai dengan hukum syariah. Pernyataan tersebut tertuang dalam salinan pidatonya yang dibagikan oleh Kementerian Informasi Taliban pada Jumat (19/8).

Menurut kantor berita pemerintah Bakhtar, sekitar 3.000 pemimpin suku, pejabat, dan ulama berkumpul di kota selatan Kandahar, dimana pemimpin spiritual tertinggi Taliban, Haibatullah Akhundzada, bermarkas, pada Kamis (18/8). Itu merupakan pertemuan kedua sejak Taliban mengambil ali kekuasaan di Afghanistan sekitar setahun yang lalu.

"Pertemuan ini diadakan untuk memikirkan tentang kebebasan yang kita terima dengan berkah Allah, yang kita capai dari darah mujahidin (pejuang) kita," ujar Akhundzada dalam pidatonya.

"Kami akan berurusan dengan komunitas internasional sesuai Syariah Islam ... jika Syariah tidak mengizinkannya, kami tidak akan berurusan dengan negara lain mana pun," tambahnya.


Untuk diakui secara resmi sebagai pemerintah Afghanistan oleh modal asing mana pun, Taliban berjuang dengan krisi ekonomi yang parah. Krisis tersebut dipicu oleh penegakan sanksi internasional yang ketat dan penghentian bantuan pembangunan.

Pembicaraan dengan diplomat Amerika Serikat terus berlanjut, khususnya tentang bagaimana menghidupkan kembali sektor perbankan negara yang macet dan kemungkinan pelepasan aset bank sentral yang dibekukan yang disimpan di luar negeri. Tetapi para pejabat telah memperingatkan bahwa banyak rintangan tetap ada untuk kemajuan apa pun.

Bulan lalu, AS dilaporkan melakukan serangan pesawat tak berawak di ibu kota Afghnistan, Kabul, untuk membunuh pemimpin Al Qaeda, Ayman al-Zawahiri. AS juga menuduh Taliban melanggar kesepakatan di antara mereka dengan melindungi Zawahiri.

Dalam resolusi yang dikeluarkan oleh pertemuan pada hari Kamis kemarin, Taliban mengutuk serangan pesawat tak berawak tersebut. Resolusi lain mengatakan bahwa negara tetangga mana pun yang mengizinkan penggunaan wilayah udaranya untuk serangan itu turut terlibat dalam serangan tersebut.

Amerika Serikat biasanya perlu mendapat izin dari negara-negara tetangga untuk mengakses Afghanistan melalui udara. Para pejabat belum mengungkapkan jalur perjalanan drone tersebut. Namun Pakistan, yang berbatasan dengan Afghanistan, mengatakan wilayah udaranya tidak digunakan untuk serangan itu.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait