Taipan yang Menghilang dari Hotel Hong Kong pada 2017 Dihukum 13 Tahun Penjara di Tiongkok
AFP
Dunia

Pada Januari 2017, taipan Xiao Jianhua dibawa keluar dari hotel Four Seasons Hong Kong dengan kursi roda. Xiao diduga dibawa oleh agen keamanan Tiongkok yang berpakaian preman.

WowKeren - Pengadilan Shanghai menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara untuk taipan Xiao Jianhua yang berada di pusat dugaan skandal penculikan di Hong Kong pada tahun 2017 lalu. Perusahaan Xiao, Tomorrow Holdings, juga didenda 55,03 miliar yuan atau setara Rp 120,2 triliun.

Xiao dan perusahaannya didakwa secara ilegal menyerap simpanan publik, mengkhianati penggunaan properti yang dipercayakan, dan penggunaan dana dan penyuapan secara ilegal. Pengadilan Shanghai menuduh Xiao dan Tomorrow Holdings "sangat melanggar tata kelola keuangan" dan "melukai keamanan keuangan negara". Xiao pun didendar 6,5 juta yuan atau setara Rp 14,1 miliar atas kejahatan tersebut.

Pihak pengadilan mengatakan bahwa Xiao dan perusahaannya telah memberikan saham, real estate, uang tunai, dan aset lainnya kepada pejabat pemerintah senilai lebih dari 680 juta yuan atau setara Rp 1,4 triliun dari tahun 2001 hingga 2021. Pemberian tersebut bertujuan untuk menghindari pengawasan keuangan dan mencari kepentingan tidak sah.

Sebagai informasi, Xiao lahir di Tiongkok dan dikenal memiliki hubungan dengan elite Partai Komunis negara tersebut. Namun Xiao tak terlihat di depan umum sejak tahun 2017 usai ia diselidiki di tengah tindakan keras terhadap konglomerat yang dipimpin negara.


Pada Januari 2017, Xiao dibawa keluar dari hotel Four Seasons Hong Kong dengan kursi roda. Xiao diduga dibawa oleh agen keamanan Tiongkok berpakaian preman, yang kala itu tidak diizinkan untuk beroperasi di Hong Kong.

Menurut laporan di New York Times, Xiao kala itu kemungkinan dibawa melintasi perbatasan ke Tiongkok. Mungkin dengan perahu untuk menghindari pemeriksaan imigrasi.

Pada saat itu, polisi Hong Kong mengatakan bahwa Xiao telah melintasi perbatasan ke daratan Tiongkok. Pihak Tomorrow Holdings kala itu juga mengatakan bahwa Xiao berada di daratan Tiongkok.

Pada tahun-tahun sejak kepergiannya, kerajaan bisnis Xiao telah direstrukturisasi. Pada Juli 2020, sembilan lembaga terkait grup tersebut disita oleh regulator Tiongkok sebagai bagian dari tindakan keras terhadap risiko yang ditimbulkan oleh konglomerat keuangan.

Beberapa bulan kemudian, perusahaan investasi milik negara China Chengtong Holdings Group mengatakan akan mengakuisisi saham mayoritas di perusahaan sekuritas yang terkait dengan Tomorrow Group. Namun kabar nasib Xiao tak kunjung muncul hingga tahun ini. Ia akhirnya diadili pada bulan Juli 2022 lalu, lebih dari lima tahun pasca dugaan penculikannya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait