Punya paras blasteran dan orangtua beda agama, Enzy Storia malah bertekad tak ingin memiliki hubungan beda keyakinan. Enzy pun memaparkan alasan dibalik keputusannya.
- Sisilia Rizky Azalea
- Jumat, 18 November 2022 - 11:33 WIB
WowKeren - Enzy Storia diketahui masih menikmati masa lajangnya. Meski begitu, aktris 30 tahun itu memiliki kriteria khusus untuk calon pendamping. Kriteria khusus itu muncul usai Enzy berkaca dari masa lalu kedua orangtuanya.
Enzy mengungkap ayah dan ibunya menikah beda agama. Sayang, perbedaan itulah yang menyebabkan kedua orangtua Enzy berpisah. Karena hal itu, Enzy memutuskan untuk tak menikah dengan pasangan berbeda keyakinan.
"Nyokap dan bokap gue beda agama, Katolik dan Islam. Terus ternyata tidak works (berhasil) di keluarga gue)," kata Enzy dalam kutipan lawas podcast Volix Media.
Enzy enggan memiliki pengalaman yang serupa dengan kedua orangtuanya. Ia bahkan tak berani berkencan dengan pria beda agama meskipun hanya coba-coba. "Gue memutuskan memilih untuk tidak usah coba-coba," sambung Enzy.
Lebih lanjut, di podcast lain, Enzy mengungkap latar belakang kedua orangtuanya. Ayah Enzy yang diketahui pria berdarah Polandia menganut agama Katolik. Sedangkan, ibunda Enzy berasal dari Aceh dan memeluk agama Islam. Saat ini, Enzy sendiri diketahui ikut memeluk agama sang ibu.
"Aku lahir dari mamaku orang Aceh, papaku orang Polandia, dia beragama Katolik," beber Enzy dalam podcast Daniel Mananta.
Enzy bercerita jika sang ayah meninggalkan ibundanya tercinta ketika ia masih berusia 5 sampai 6 tahun. Enzy menyebut agama adalah alasan utama kedua orangtuanya berpisah.
"Jadi papaku nikah beda agama, terus ketika aku umur 5-6 tahun papaku meninggalkan mamaku, mereka berpisah karena agama," jelas Enzy.
Diungkap Enzy, kala itu sang ibu ingin ia memeluk agama Islam. Sedangkan, sang ayah tak terima lantaran ingin Enzy bebas menentukan agama yang dianut. Alhasil, perpisahan orangtua Enzy tak bisa terhindarkan.
"Karena mamaku ternyata waktu perjalanan rumah tangganya itu pengen aku tetap menjadi seorang muslim, dan bokap tidak terima karena dia percaya kalau anak itu punya kebebasan untuk memilih agama," kenang Enzy.
(wk/Sisi)