Skor Kebohongan Putri Candrawathi Tertinggi, Ferdy Sambo Protes
Instagram/roemah_kebaya_vielga
Selebriti

Ahli poligraf Polri mengungkap hasil skor kebohongan Putri Candrawathi yakni minus 25 atau dinilai tertinggi dari terdakwa lainnya. Namun suami Putri, Ferdy Sambo, mengajukan keberatan terkait hasil skor itu.

WowKeren - Proses persidangan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi terkait pembunuhan Brigadir Yosua kembali jadi sorotan. Rupanya dalam sidang lanjutan, ahli poligraf sekaligus pakar komputer forensik Polri, Aji Febriyanto, mengungkap soal hasil skor kebohongan Putri.

"Skor plus berarti terindikasi jujur, sementara skor minus terindikasi bohong," kata Aji dalam sidang perkara dugaan pembunuhan Brigadir J di PN Jaksel, Rabu (14/12/2022). "Untuk Ferdy Sambo nilainya minus 8, kalau terdakwa Putri Candrawathi nilainya minus 25. Kemudian untuk Kuat dilakukan dua kali pemeriksaan, yang pertama plus 9, yang kedua adalah minus 13."

Aji juga mengungkap soal tes Bripka Ricky dilakukan dua kali. Hasil pertama dengan skor plus 11 dan kedua plus 19. Adi menambahkan Bharada Eliezer mendapat nilai plus 13. "Untuk terdakwa Richard plus 13," kata Aji.

Aji juga mengungkap kalau alat uji kebohongan atau poligraf memiliki tingkat akurasi lebih dari 93 persen. Teknik yang digunakan adalah Tahiat City. "Pemeriksaan poligraf dimulai dari permintaan penyidik, setelah ada permintaan dari penyidik kami selaku pemeriksa poligraf berkoordinasi dengan penyidik berkaitan isu yang kami akan dalam proses pemeriksaan," terang Aji.


Disisi lain, hasil skor Putri itu agaknya diprotes oleh sang suami, Ferdy Sambo. Dalam sidang, Ferdy mengungkap keberatannya atas hasil skor tersebut.

"Kami ingin menyampaikan khusus ke ahli poligraf. Bahwa sangat disayangkan dalam pembuktian yang dilakukan Puslabfor ini, hanya berdasarkan isu. Kemudian titipan penyidik," kata Ferdy di persidangan. "Ahli harusnya mengetahui dampak dari hasil yang ahli berikan kepada keluarga saya. Tapi inilah faktanya Yang Mulia. Tidak hubungannya dengan dakwaan pasal 340 yang ahli tanyakan pada istri saya."

Ferdy juga meminta agar pihak terkait lebih mengedepankan fakta dan independensi. Ia meminta agar saksi ahli yang dihadirkan bukan dari penyidik.

Sementara itu, pihak hakim mengungkap kalau majelis hakim akan menganalisa terlebih dahulu terkait ulasan dari ahli poligraf. "Baik, nanti majelis yang akan menilai," kata pihak hakim.

(wk/riaw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait