Orang dalam industri membeberkan klausul kerja sama SM Entertainment dan Kakao yang termasuk membentuk label gabungan hingga mengorbitkan grup K-Pop baru.
- Intan Maharani
- Kamis, 23 Februari 2023 - 16:53 WIB
WowKeren - Konflik antara Lee Soo Man dan SM Entertainment bermula dari penerbitan saham baru untuk Kakao. Disebutkan bahwa SM sudah menjual 9 persen saham kepada Kakao.
Orang dalam perbankan investasi membeberkan perincian seputar perjanjian kemitraan strategis yang ditandatangani SM Entertainment dan Kakao pada 7 Februari lalu. Sebelumnya, perjanjian kedua belah pihak hanya diketahui SM menerbitkan saham baru untuk Kakao.
Dalam perjanjian itu, terungkap beberapa klausul penting mengenai hak eksklusif untuk mendistribusikan album digital dan album fisik oleh semua artis SM. Hal ini mencakup pendistribusian musik di luar negeri melalui perusahaan luar negeri Kakao.
Sampai saat ini, album artis SM Entertainment telah didistribusikan oleh Dream US, sebuah perusahaan dimana SM Entertainment merupakan pemegang saham utamanya. Kakao, di sisi lain, telah mengelola distribusi musik oleh artis anak perusahaannya seperti IU, MONSTA X, IVE, dan lainnya.
SM Entertainment disebut setuju mendistribusikan penjualan tiket untuk acara domestik termasuk pertemuan fans dan konser ke perusahaan afiliasi Kakao. SM sendiri telah mengumumkan niat untuk membebaskan diri dari kontrak eksklusif Dream US untuk meningkatkan jumlah konser yang diadakan oleh artis di seluruh dunia.
Selanjutnya, ordal menyebutkan bahwa SM Entertainment dan Kakao telah membuka diskusi untuk mendirikan label bersama. Hal itu memungkinkan mereka untuk membentuk grup K-Pop baru yang diproduksi bersama.
Sebelumnya dalam persidangan pertama kuasa hukum SM memaparkan bahwa agensi tidak punya pilihan lain lantaran Naver sudah bekerja sama dengan HYBE dan YG. Rekam jejak Naver kurang memuaskan bagi agensi di masa lalu juga menjadi pertimbangan untuk memilih Kakao. Sudah menambatkan pilihan pada Kakao, SM beberapa waktu lalu secara terbuka menolak akuisisi dengan HYBE.
"Ada beberapa diskusi dengan Kakao, sebagai satu-satunya pilihan, untuk waktu yang cukup lama hingga sekarang lingkungan optimal telah ditetapkan. Sehingga keputusan mengakuisisi saham baru dibentuk murni untuk tujuan bisnis," terang mereka.
(wk/inta)