Kyoungyoon DKZ Beber Alasan Pilu Tak Pernah Ngaku Jemaat JMS 'In The Name of God: A Holy Betrayal'
Twitter/dkz_dy
Selebriti

Kyoungyoon DKZ menjelaskan mengenai alasan tidak pernah membeberkan mengenai agama yang ia anut selama ini adalah JMS yang ada di dokumenter Netflix 'In The Name of God: A Holy Betrayal'.

WowKeren - Kyoungyoon DKZ (DONGKIZ) sampai menangis ketika melakukan wawancara dengan Dispatch. Ia menjelaskan secara detail bagaimana ia masuk ke sekte sesat JMS yang dimunculkan di dokumenter Netflix "In The Name of God: A Holy Betrayal".

Ia membeberkan bahwa sudah menjadi pengikut bahkan sejak masih di dalam kandungan sang ibu. Kyoungyoon mengaku benar-benar sedih melihat penderitaan para korban JMS.

Idol kelahiran tahun 2000 itu membeberkan selalu mendapatkan doktrin bahwa Jung Myung Seok, pendiri JMS adalah sosok penerus ucapan Tuhan. Selain itu, ia selalu dibilangi kalau Jung Myung Seok tidak salah meski sudah dipenjara.

"Bahkan sejak aku masih muda, aku diajari kalau JMS dituduh secara salah atas kejahatannya. Mereka mengajarimu banyak alasan kenapa dia sebenarnya tidak salah. Mereka pada dasarnya menjejalkan kami untuk percaya alasan itu. Jadi akhirnya kami semua dicuci otak dan berpikir 'Oh JMS dianiaya seperti Jesus'," cerita Kyoungyoon.

Kyoungyoon DKZ menangis kala wawancara dengan Dispatch

Sumber: Dispatch

Idol tampan ini menceritakan kalau sempat di-bully di masa lalu karena agamanya. Sehingga, ia hanya mengaku ke orang-orang kalau penganut Kristen. Kyoungyoon bahkan tidak pernah membicarakan agamanya kepada agensi, anggota DKZ, apalagi penggemar.


"Ketika aku masih muda, aku di-bully karena mempercayai agama semu. Aku menjadi orang defensif tanpa aku menyadarinya. Jadi ketika orang tanya tentang agamaku, aku bilang aku Kristen. Apalagi kita semua percaya Tuhan, aku tidak pernah menyinggung JMS ke agensi, anggota, atau siapa pun," terang Kyoungyoon.

"Aku bersumpah, aku tidak pernah mencoba menyebarkan keyakinanku selama promosi sebagai idol. Orang terdekatku adalah para anggota dan fans dan aku tidak pernah menyinggung JMS ke mereka sebelumnya, tidak sekali pun. Kalau aku pernah, aku tidak punya alasan untuk tetap di DKZ. Aku tidak akan bisa menghadapi penggemar," aku Kyoungyoon.

Kyoungyoon benar-benar takut ketika mengetahui kontroversi karena "In The Name of God: A Holy Betrayal". Ia sampai merasa ngeri membayangkan jika ia lebih populer mungkin digunakan untuk menarik jemaat baru.

"Ketika kontroversi pertama pecah, aku menjadi sangat takut. Aku mencoba untuk membenarkan diri sendiri mengatakan kalau 'aku tidak tahu'. Tapi apa aku benar-benar tidak tahu? Aku tidak ingin imanku dianggap tidak benar jadi aku menutup mata terhadap berbagai hal. Aku menutup telinga dan mataku. Tapi sekarang, aku merasa tidak enak dengan rasa sakit para korban," terang Kyoungyoon.

"Apa untungnya aku tidak sepopuler idol saat ini? Mungkin jika aku lebih terkenal, aku biasa jadi utusan untuk JMS juga (untuk menyebarkan ajaran). Semuanya mengerikan. Jadi, ini semua sudah terlambat, tapi aku memutuskan hubungan dengan gereja sekarang. Tidak ada lagi JMS," tegasnya.

Ibu Kyoungyoon juga menjalani wawancara dan membeberkan sang putra menelepon sambil menangis menyadari kebusukan agama mereka. Ia juga meminta untuk tidak menyalahkan sang putra mengingat Kyoungyoon mendapatkan agama tersebut dari kedua orang tuanya. Ibu Kyoungyoon sampai merasa terluka karena menyebabkan kontroversi sang putra.

(wk/alfa)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait