Saat Dispatch menanyakan lebih banyak informasi tentang teknik pencucian otak JMS, percakapan kemudian beralih ke bagaimana ibu Kyoungyoon menjadi tertanam kuat dalam aliran sesat tersebut.
- Eka Dewi Sofia Putri
- Senin, 13 Maret 2023 - 14:55 WIB
WowKeren - Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Dispatch, Kyoungyoon DKZ mengakui bahwa dia terlibat dengan sekte sesat Jeong Myeong Seok (JMS) saat masih kecil karena ikatan keluarganya dengan gereja. Sang idol juga berbagi doktrin seperti apa yang disebarkan sekte tersebut.
Kyoungyoon mengatakan bahwa saat masih kecil, dia mendengar tentang khotbah melalui video. "Bibinya" (yang mengajak ibunya bergabung dengan JMS) mengatakan bahwa Jung Myung Seok JMS adalah orang yang menyampaikan firman Tuhan. Sang bibi berkata bahwa JMS adalah orang hebat yang membaca Alkitab lebih dari 2000 kali.
"Aku juga menonton 'In the Name of God: A Holy Betrayal'. Ada bagian di mana dia berkata, 'Akulah Mesias.' Saat aku melihat adegan itu, aku pikir dia gila. Anda mungkin tidak mempercayaiku, tapi aku tidak menyadarinya saat itu. Ini mungkin tampak menyedihkan tapi...begitulah adanya.
"Aku ingat menonton videonya. Sebelum dia tampil sebagai Mesias, dia akan meletakkan umpan, membangunnya selama dua sampai tiga jam. Jadi saat dia akhirnya mengaku sebagai Mesias, pengikut yang tak terhitung jumlahnya akan mengaum sebagai tanggapan. Begitulah cara Anda terseret ke dalamnya. Ini seperti di-gaslit," ungkap Kyoungyoon.
Sang idol tak percaya JMS adalah Mesias. Bahkan bibinya memberitahunya bahwa dia adalah seseorang yang pandai menyampaikan firman Tuhan. "Tapi memang benar aku dicuci otak sedikit demi sedikit. Akhirnya, aku akhirnya berpikir, 'Jika kita harus membandingkan JMS dengan seseorang, bukankah itu Mesias?'" ujarnya.
Saat Dispatch terus menanyakan lebih banyak informasi tentang teknik pencucian otak JMS, percakapan kemudian beralih ke bagaimana ibu Kyoungyoon menjadi tertanam kuat dalam aliran sesat tersebut.
"Aku juga tidak mengerti bagaimana cuci otaknya bekerja padaku. Tapi jika seseorang langsung memberi tahu Anda, 'Aku adalah Mesias. Kalau kamu memberiku kenikmatan seksual, aku akan mengirimmu ke surga,' Anda tidak akan percaya itu. Percayakah Anda? JMS tidak melakukan pendekatan dengan cara ini. Dia mencekoki sedikit demi sedikit.
Kyoungyoon memberikan contoh, misalnya ada cerita terus menerus tentang betapa menakjubkannya JMS. Ada kesaksian dan cerita dari berbagai orang di sekitar JMS. Bahkan ada orang yang mencetak surat keterangan sakit dan menunjukkan kepadanya, mengatakan bahwa dia diberitahu bahwa dia perlu dioperasi, tapi menjadi lebih baik setelah JMS mendoakannya. Ada kesaksian konstan yang mengatakan bahwa JMS memperbaiki masalah mereka.
"Anda mungkin bertanya, 'Bagaimana orang bisa percaya itu?' Tapi sebenarnya, aku tidak bisa memilih agamaku sendiri. Keluargaku sudah mempercayainya... Jadi aku tidak memiliki agama lain untuk dibandingkan. Tapi aku pikir ibuku mungkin lebih terlibat gara-gara aku. Sesuatu terjadi padaku di sekolah dasar.
"Saat aku di kelas dua, kepalaku membengkak. Aku tidak bisa makan apa pun dan terus menerus muntah. Saat itu, sekelompok pendeta yang merupakan koneksi bibiku datang menemuiku dan berdoa untukku. Tiga hari setelah mereka datang, aku pergi untuk menjalani operasi dan tidak ada yang salah denganku. Ibuku melihat itu sebagai mukjizat Tuhan dan mulai menunjukkan iman yang jauh lebih besar di gereja JMS setelah itu, berbicara tentang bagaimana kisah (penyembuhan) itu nyata," ungkapnya.
Namun, Kyoungyoon berasumsi bahwa itu adalah kondisi yang sembuh dengan sendirinya. Waktunya kebetulan saja berjalan seperti itu. Tapi hal itu menyebabkan kepercayaan buta pada agama. "Sama halnya dengan COVID-19. Anda menjadi lebih baik setelah beberapa hari dengan obat. Bukan Tuhan yang membuat Anda menjadi lebih baik hanya karena beberapa pendeta berdoa untuk Anda. Sekarang aku memikirkannya, itu sangat bodoh," pungkasnya.
(wk/dewi)