Usai Iis Dahlia, kini giliran Ayah Devano Danedra, Satrio Dewandoro yang angkat bicara usai keluarganya dicap murtad dan tudingan pindah agama gegara kalung salib sang putra.
- Sisilia Rizky Azalea
- Rabu, 12 April 2023 - 12:54 WIB
WowKeren - Devano Danendra putra Iis Dahlia belakangan santer dituding murtad atau pindah agama. Isu ini mencuat usai dirinya keciduk mengenakan kalung berbentuk salib. Imbas tudingan ini, Iis Dahlia selaku ibu pun marah dan tak terima sang putra dituding murtad.
Kini, giliran suami Iis, Satrio Dewandoro yang muncul dan angkat bicara terkait isu murtad. Diakui ayah Devano, pihak keluarga sangat tidak nyaman dan sakit hati dengan tudingan murtad.
"Assalamualaikum Wr. Wb salam sehat, selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Di media sosial ini, Papa atas nama pribadi dan juga Isdah Family ingin mengungkapkan rasa ketidaknyamanan atas pemberitaan di media sosial dan hujatan dari netizen kepada kami khususnya kepada Mama Iis, Kakak Salsa dan juga Devano atas pemberitaan murtad akhir-akhir ini," kata suami Iis lewat video klarifikasi, Selasa (11/4). "Dimana menurut keyakinan kami yang kami pahami arti dari kata murtad adalah meninggalkan agama yang diyakini."
Pria yang berprofesi sebagai pilot itu menegaskan baik dirinya, Iis maupun kedua anak mereka tak ada yang berpindah agama. "Di media ini Papa ingin mengklarifikasi kepada media dan juga netizen yang menghujat kami. Alhamdulillah kami, Papa, Mama Iis, Kakak Salsa dan juga Devano masih meyakini agama Islam yang kami yakini sejak lahir," tegas ayah Devano.
Oleh sebab itu, Satrio memohon agar media juga netizen berhenti menghujat dan menghujani keluarganya dengan komentar kasar. Besar harapan Satrio agar klarifikasinya ini disadari oleh banyak pihak, mengingat masih ada orangtua yang harus mereka jaga kesehatannya.
"Jadi pemberitaan media sosial dan hujatan netizen kepada kami yang memberitakan kami murtad itu tidak benar dan itu sangat menyakiti hati kami. Dengan ini kami memohon untuk media sosial dan netizen yang menghujat kami serta memberikan kata-kata kasar kepada kami stop memberitakan atau menghujat kami," harap Satrio. "Kami masih ada orangtua yang harus kami jaga perasaan dan kesehatannya. Kami manusia biasa beri kesempatan kami untuk bahagia dan berkarya seperti Anda, bijak dalam berperilaku serta ucapan."
(wk/Sisi)