Fadil Jaidi bagikan momen kocak saat Pak Muh sang ayah memilih belanja sayuran via online, endingnya tak terduga dan membagongkan hingga membuat sang selebgram tertawa ngakak.
- Septi Fatmawati
- Senin, 15 Mei 2023 - 20:20 WIB
WowKeren - Selalu ada saja cerita menarik yang datang dari keluarga YouTuber dan selebgram Fadil Jaidi. Tak hanya Fadil sendiri, ia pun kerap mengunggah kelucuan yang dilakukan oleh keluarganya terutama sang ayah Pak Muh yang kini tak kalah populernya. Seperti baru-baru ini, Pak Muh kembali melakukan kekocakan tanpa sengaja hingga memancing banyak gelak tawa.
Mulanya Fadil terlihat memberikan paket yang datang milik sang ayah. Pak Muh yang baru belajar belanja via online sempat lupa dengan pesanan tersebut. Hingga akhirnya ia teringat dan dibuat takjub dengan kecepatan pengirimannya.
"Belanja apa lagi bos? Buat Muhammad Jaidi nih," canda Fadil. "Papa nggak mesen apa-apa. Oh iya iya, udah dateng? Cepet banget ya Allah," ujar Pak Muh semringah menerima paketnya yang dikirim dalam kantong plastik berwarna merah.
Fadil yang penasaran pun menanyakan isi paket tersebut yang rupanya adalah sayuran. "Pesan daun lobak," celetuk Pak Muh membuat Fadil ngakak.
Pak Muh pun dengan bahagia membuka paket tersebut. Rupanya Pak Muh memesan daun lobak via online. Ia juga berseloroh tak sabar ingin segera menikmati daun lobak tersebut untuk dimakan sebagai lalapan.
"Ini daun lobak buat lalapan, mantan mantap mantap," ucapnya.
Selanjutnya Fadil masih membuat unggahan tentang belanjaan sang ayah. Namun kali ini ada ending yang tak terduga sekaligus membagongkan.
Fadil nampak merekam momen saat sang ayah dengan ekspresi bingung mengecek kembali handphone-nya. Ternyata, Pak Muh telah membeli sayuran diduga di lokasi yang cukup jauh sehingga dikenakan tarif kirim yang cukup tinggi. Karena itu Fadil pun ngakak saat mengetahui jika ongkos kirim pesanan sang ayah malah lebih mahal dibandingkan sayur yang dibeli itu sendiri.
"Sayurnya 12 ribu ongkirnya 25 ribu wkwkwkwkwk, tawa Fadil. "*kalau lama takut daunnya kuning," tambahnya menirukan omongan sang ayah seraya ngakak lagi.
(wk/sept)