Realita Kontrak Budak Seleb Korea Bikin Miris, Ada Yang Sampai Bunuh Diri
Selebriti

Sebagai contoh, EXO-CBX kabarnya dipaksa SM untuk menandatangani kontrak hampir 20 tahun. Agensi lama Lee Seung Gi pun berhutang banyak royalti musik sang aktor.

WowKeren - Persoalan kontrak budak di industri hiburan Korea baru-baru ini mencuat usai EXO-CBX meminta pemutusan kontrak dengan SM Entertainment. Perwakilan hukum mengungkap bahwa Chen, Baekhyun dan Xiumin tak kunjung mendapat transparansi catatan gaji.

Kontrak budak ini biasanya berakar dari besarnya biaya untuk bisa debut hingga comeback. Agensi besar seperti SM, JYP, YG, hingga HYBE mencari talenta muda dari seluruh dunia untuk melatih kemampuan dan kepribadian mereka.

Mereka menempatkan trainee dengan pelatihan yang berat dan mengikat mereka ke agensi dengan kontrak yang dipenuhi dengan klausul dan pasal yang ketat. Setelah debut, trainee harus membayar kembali semua biaya yang sudah dikeluarkan agensi.

Banyak grup yang butuh beberapa tahun untuk membayar hutang kepada agensi sebelum bisa mendapatkan gaji pertama. JYP memperkirakan biaya rata-rata 3 tahun pelatihan sekitar 700–900 juta won dan biasanya butuh sekitar 1,5 miliar won untuk comeback pertama grup.


Bahkan grup dengan lagu hits seperti GOT7, EXID, atau G-FRIEND membutuhkan waktu 2 tahun untuk membayar kembali biaya itu. Situasinya jauh lebih buruk untuk grup dengan popularitas rendah. Utang hanya bertambah dan tidak ada sumber pendapatan untuk membayarnya.

Kebutuhan untuk mendapatkan uang ini juga membuat eksploitasi kepada para selebriti semakin besar. Agensi mengambil keuntungan finansial yang lebih besar hingga pelecehan terhadap artis.

EXO-CBX kabarnya bahkan dipaksa SM untuk menandatangani kontrak hampir 20 tahun. Hook Entertainment sebelumnya juga berhutang banyak pada Lee Seung Gi atas royalti musik selama 18 tahun bekerja. Chuu mantan anggota LOONA terpaksa membayar 50 persen dari biaya aktivitas dan hanya memperoleh 30 persen dari pendapatannya.

Bahkan ada kasus di mana selebriti meninggal karena kontrak budak itu. Jang Ja Yeon, bintang "Boys Over Flowers" dilaporkan bunuh diri setelah dipaksa untuk menghibur beberapa tokoh terkenal secara seksual.

Namun kini, situasi sebenarnya telah berubah karena para artis mulai berani untuk menuntut agensi demi bisa lepas dari kontrak budak itu. Komisi Perdagangan Adil Korea (KFTC) juga mengeluarkan peraturan baru untuk memastikan manfaat dan melindungi artis dari eksploitasi.

(wk/amal)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Terkait