Bela Ameena dari Pembully, Masa Kecil Atta Halilintar Tak Kalah Menyayat Hati
Instagram/attahalilintar
Selebriti

Atta Halilintar sebagai ayah berusaha membela nama baik Ameena yang jadi korban bullying. Di sisi lain, terkuak masa lalu Atta semasa kecil yang tak kalah memilukan dari sang putri, Ameena karena ekonomi keluarga yang dulu pas-pasan.

WowKeren - Atta Halilintar menuai dukungan ketika pasang badan soal sang putri, Ameena Hanna Nur Atta, yang jadi korban bully. Ia bahkan sampai memakai jasa pengacara untuk mengurus menemui ibu-ibu yang membully Ameena.

"Sudah ketahuan, sudah ketemu juga sama wakil keluarganya. Suaminya pun sudah ketemu sama lawyer kami," kata Atta di Jakarta Selatan, 12 Juni. "Kami sebenarnya mau maafin mereka, karena mereka kan punya anak. Dia nggak merasa bersalah. Dia juga nggak mau minta maaf, aku dengar dari lawyer. Sampai sekarang juga masih ngatain anak berkebutuhan khusus, down syndrome, bodoh."

Atta juga mengungkap kalau tak seharusnya anak berkebutuhan khusus dihujat. Ia pun siap mengambil langkah hukum jika sang ibu tak kunjung meminta maaf.

"Seorang anak yang berkebutuhan khusus saja nggak boleh kita katain, karena itu pemberian Tuhan. Apalagi ini yang nggak ada apa-apa dan sehat. Nggak ada orang yang rela anaknya dikatain," kata Atta. "Aku belum tahu alasannya apa, tapi pokoknya kami akan menempuh jalan yang terbaik untuk menjaga Ameena. Misal ada yang bilang nggak usah dipeduliin, ya nggak bisa gitu juga ya. Ini harus dijadikan pelajaran. Bayi itu pemberian dari Tuhan, harusnya bisa menjaga tangan dan lisan kita."


Sementara itu, masa kecil Atta sendiri tak kalah memilukan dari Ameena. Dulunya, sulung dari 11 bersaudara Gen Halilintar ini pernah hidup dalam kondisi perekonomian pas-pasan.

"Namanya susah, kita baju sekolah belinya di tempat baju second. Thoriq juga bajunya dekil banget, dekil bin kumel parah itu," curhat Atta beberapa waktu lalu. "Dulu pas kelas 5 SD, itu gue berhenti dulu abis itu sempet lanjut sebentar abis itu lanjut lagi cuma mau dapet Ijazah ke SMP."

Atta juga mengaku kalau ia pernah menjaga counter HP. Kala itu, Atta yang masih kecil sempat menangis karena pernah dipermalukan oleh pelanggan counter yang ia jaga.

"Karena masih bocil, pernah suatu hari hp pelanggan rusak dan dilempar ke muka saya di tengah orang ramai sampe saya jongkok nangis-nangis diliatin satu mal," kata Atta. "Tapi di posisi itu saya bersyukkur masih kerja dalam mal, sebelumnya jualan kartu di terminal lebih menyengat dan penghasilan lebih tidak menentu."

(wk/riaw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait