Emosi Lihat Kualitas Udara Buruk, Raisa: Apa Emang Niatnya Buat Bunuh Kita Pelan-pelan?
Instagram/raisa6690
Selebriti

Raisa membagikan tangkapan layar yang menunjukkan indeks kualitas udara (AQI) dan polusi udara. Berdasarkan tangkapan layar tersebut, kualitas udara tempat Raisa berada masuk kategori very unhealthy atau sangat tidak sehat.

WowKeren - Penyanyi cantik Raisa baru-baru ini meluapkan emosinya melihat kualitas udara yang semakin buruk. Raisa membagikan tangkapan layar IQAir yang menunjukkan indeks kualitas udara (AQI) dan polusi udara ke Instagram Story pada Senin (7/8).

Berdasarkan tangkapan layar tersebut, kualitas udara tempat Raisa berada masuk kategori very unhealthy atau sangat tidak sehat. Istri Hamish Daud itu bahkan sampai merasa tidak bisa mendapatkan kebutuhan dasar manusia yakni udara bersih.

"Another day being DENIED basic human need; clean air (Hari lain dimana kita tak mendapat kebutuhan dasar manusia; udara bersih)," tulis Raisa di unggahannya.

Menurut Raisa, pihak otoritas bak hanya diam dan tidak memiliki solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Pelantun "Nyaman Tak Cukup" itu bahkan sampai menyentil dan bertanya-tanya apakah masyarakat hendak dibunuh perlahan dengan kualitas udara buruk.

"Pas covid heboh banget penanganannya. Sekarang apaa diem aja pura2 gak tau, denial, gak ada solusi.. Kasitau dong langkahnya apaa. Apa emang niatnya buat bunuh kita & anak2 kita pelan2 gini?" sentil Raisa.


Emosi Lihat Kualitas Udara Buruk, Raisa: Apa Emang Niatnya Buat Bunuh Kita Pelan-pelan?

Instagram/@raisa6690

Sebagai informasi, Jakarta menjadi kota dengan kualitas udara paling buruk di dunia pada Senin hari ini menurut situs IQAir. Per pukul 10.45 WIB, PM 2,5 yang dimiliki kota ini mencapai 186. Ini mengindikasikan udara yang tak sehat, baik untuk kelompok yang sensitif maupun orang secara umum.

Presiden Joko Widodo sendiri sudah angkat bicara mengenai keluhan buruknya kualitas udara di kawasan Jabodetabek tersebut. Jokowi mengakui bahwa permasalah polusi udara telah bertahun-tahun dialami oleh Jakarta.

"Ya polusi itu tidak hanya hari ini sudah bertahun tahun kita alami. Di Ibu Kota DKI Jakarta ini bertahun-tahun kita alami," ujar Jokowi pada Senin hari ini.

Menurutnya, salah satu solusi terkait buruknya kualitas udara adalah dengan mengurangi beban Jakarta. Oleh sebab itu, pemerintah pusat memutuskan untuk pindah ke Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan.

"Sehingga sebagian nanti digeser ke Ibu Kota Nusantara," terang Jokowi.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait