Jaksa Minta Yoo Ah In Ditahan Usai Diduga Pakai Propofol 200 Kali & Habiskan Miliaran Rupiah
Instagram
Selebriti
Yoo Ah In Diduga Pakai Narkoba

Jaksa menuntut Yoo Ah In untuk ditangkap dan menuduh aktor tersebut menggunakan propofol lebih dari 200 kali dan menghabiskan lebih dari 500 juta won atau sekitar Rp 5,8 miliar untuk narkotika.

WowKeren - Pada tanggal 18 September, jaksa melanjutkan upaya mereka untuk menangkap aktor Yoo Ah In yang sedang diselidiki atas tuduhan penyalahgunaan narkoba. Jaksa menuntut Yoo Ah In untuk ditangkap dan menuduh aktor tersebut menggunakan propofol lebih dari 200 kali dan menghabiskan lebih dari 500 juta won atau sekitar Rp 5,8 miliar untuk narkotika.

Perkembangan ini muncul hanya empat bulan setelah surat perintah penangkapan awal, yang diminta oleh polisi pada bulan Mei, dibatalkan oleh pengadilan. Penolakan ini kemudian memicu rasa penasaran yang besar mengenai apakah Yoo Ah In akan dipenjara kali ini.

Namun kini Divisi Investigasi Kejahatan Khusus dari Kantor Kejaksaan Distrik Pusat Seoul meminta surat perintah penangkapan untuk Yoo Ah In. Tuduhan tersebut meliputi pelanggaran Undang-Undang Pengendalian Narkotika (kebiasaan penyalahgunaan narkoba), perusakan barang bukti, dan melarikan diri dari TKP. Surat perintah penangkapan serupa juga diminta untuk rekan Yoo Ah In, Choi.

"Kami mencurigai Yoo Ah In secara terus-menerus dan ilegal mengonsumsi narkotika medis melalui praktik yang dikenal sebagai 'hospital hopping'. Aktor tersebut diyakini telah membeli obat tidur narkotika secara tidak sah atas nama orang lain dan melakukan perjalanan ke luar negeri bersama Tuan Choi dan orang lain untuk menyalahgunakan narkotika," kata Perwakilan dari kejaksaan.


Selain itu mereka juga menegur dugaan tindakannya, "Ini adalah pelanggaran berat yang menghambat proses peradilan, seperti membagikan rincian investigasi kepada kaki tangan secara real-time, penghancuran bukti, membantu kaki tangan melarikan diri ke luar negeri, dan mengintimidasi atau memaksa untuk mengubah kesaksian."

Sedangkan menurut pihak penuntut, Yoo Ah In diduga membeli dan menggunakan narkotika medis, termasuk propofol. Narkotika ini diklaim berjumlah sekitar 500 juta won yang konon diperoleh dari perusahaan medis di Seoul untuk tujuan anestesi kosmetik sejak tahun 2020. Dalam beberapa kejadian, aktor tersebut juga dilaporkan membeli dan menggunakan sekitar 1.000 obat tidur, yang diberi nama sesuai nama orang lain. Yoo Ah In juga berada di bawah pengawasan karena diduga mengonsumsi narkotika di luar negeri, termasuk kokain dan ganja, di Amerika Serikat bersama Tuan Choi dan tiga orang lainnya pada bulan Januari.

Selama tahap penyelidikan awal yang dilakukan oleh polisi, pengadilan menolak surat perintah penangkapan Yoo Ah In pada tanggal 24 Mei, dengan alasan potensi masalah dalam campur tangan atau penghindaran bukti. Pada tanggal 9 Juni, setelah penolakan pengadilan, jaksa mengambil kendali atas penyelidikan yang sedang berlangsung terhadap Yoo Ah In, yang masih belum ditahan.

Setelah tiga bulan melakukan penyelidikan yang diperluas, jaksa menambahkan dakwaan terhadapnya terutama karena diduga menginstruksikan rekannya untuk menghilangkan bukti dan memaksa rekannya untuk mengonsumsi marijuana saat berada di Amerika Serikat. Penuntut juga menegaskan bahwa Choi telah berusaha membantu Yoo Ah In dalam menyembunyikan dugaan aktivitas mereka yang melanggar hukum dengan mengintimidasi kaki tangannya untuk meninggalkan negara tersebut atau mengubah pernyataan mereka.

Sementara itu tuduhan Yoo Ah In terkait narkoba pertama kali terungkap ketika Badan Pengawas Obat dan Makanan Korea mengidentifikasi nama aslinya, Uhm Hong Sik, dalam Sistem Manajemen Terpadu Narkotika. Yoo Ah In dipastikan telah menggunakan propofol berulang kali dengan mengunjungi berbagai institusi medis, sehingga mendorong pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan formal oleh polisi.

(wk/aiss)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Trending