Denny Sumargo Sebut Artis Raup Untung Miliaran di TikTok Tidak Masuk Akal
Instagram/sumargodenny
Selebriti

TikTok Shop resmi ditutup pada Rabu (4/10). Kebijakan pemerintah ini tak ayal menuai pro kontra. Menanggapi fenomena artis jualan di TikTok Shop, Denny Sumargo pun buka suara.

WowKeren - TikTok Shop resmi ditutup pada Rabu (4/10). Kebijakan pemerintah ini tak ayal menuai pro kontra. Fenomena artis jualan online di TikTok Shop belakangan memang menjadi sorotan. Mereka dianggap sebagai ancaman bagi pedagang offline.

Saat berbincang dengan Raymond Chin belum lama ini, Denny Sumargo alias Densu sempat blak-blakkan soal fenomena artis yang ramai jualan di TikTok. Ia merasa bahwa narasi soal keuntungan artis yang mencapai puluhan miliar setiap hari sangatlah tidak masuk akal.

"Awalnya narasi itu setelah narasi 'pembunuh UMKM' muncul, itu pemberitaan soal (pasar) Tanah Abang, itu media-media bahas, jadi TikTok itu kan fenomena yang luar biasa gila ya, baru dua tahun, pengguna di Indonesia sudah 100 juta lebih," ungkap Raymond. "Terus akhir tahun lalu (2022) dia launching shop, commerce, jadi banyak promo dan subsidi, banyak barang-barang yang kelewat murah, nah narasi pembunuh UMKM tuh muncul dari sana."

"Kemarin gue dengar ramai banget nih (soal artis di TikTok shop) penjualan Rp40 miliar, Rp50 miliar," sahut Densu. "Cuma gue berangkat dari awam aja ya, buat gue, nggak masuk akal."

Raymond lantas berusaha memberikan penjelasan. Menurut Raymond, pemerintah justru membuat aturan baru mengenai penjualan TikTok.


"Kita bicara edukasi ya, jadi kita ngomong fakta dan harus objektif, kita berantas simpang-siur, soalnya fakta nomor satu udah salah, semua orang bilang TikTok di-banned, nggak di-banned, tapi diregulasi," tambah Raymond. "Jadi regulasi tuh diatur, diatur secara ketat, kalau di-banned tuh artinya di-stop, dilarang beroperasi, aplikasi tuh nggak bisa di-download, kalau di kita tuh nggak di-banned, tapi diregulasi."

Sementara itu, penutupan TikTok Shop juga sempat dikomentari oleh sejumlah artis. Dokter Richard Lee bahkan menyinggung tentang angka pengangguran.

"Terkonyol dalam sejarah. Menteri yang mengshutdown TikTok Shop dalam 1 hari. Selamat besok ada 7 juta UMKM, entah berapa juta karyawan pengangguran secara bersamaan," ungkap Richard dalam unggahan InstaStory miliknya. "Orang buat program untuk mengurangi pengangguran, ini ada program menambah pengangguran. Semoga dengan tutupnya tiktok shop, lini offline makin rame."

Hal senada juga disampaikan oleh Denise Chariesta. Ia menyayangkan penutupan TikTok Shop yang dinilai justru membantu para pelaku UMKM.

"Tiktokshop besok di tutup ! Selamat ya .. menurut gue x ini pemerintah banyak membunuh UMKM dan pekerja nya bukan menyelamatkan. Gak ngefek juga sih di gue masi ada toko oren ijo kuning pink dsb. Kasian aja gak bisa menerima perkembangan jaman," tandas Denise.

(wk/diah)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait