Mandala Shoji Bakal Tuntut Hotel di Pontianak 5 Miliar Usai Diusir Paksa
Instagram/mandalaabadishoji
Selebriti

Mandala Shoji dan istri, Maridha Deanova Safriana, berniat melayangkan somasi dengan tuntutan ganti rugi Rp5 miliar pada pihak hotel di Pontianak yang mengusir mereka secara paksa. Mandala dan Dea juga terpikir untuk lapor polisi.

WowKeren - Lama tak terdengar kabarnya, presenter sekaligus artis Mandala Shoji mengungkap kabar mengejutkan. Ia dan sang istri, Maridha Deanova Safriana, diusir paksa oleh sebuah hotel bintang 4 di Pontianak di sela-sela menghadiri sebuah acara. Saat ini, Mandala dan Dea mempertimbangkan untuk melayangkan somasi. Ia dan sang istri juga berencana menuntut ganti rugi Rp5 miliar serta terpikir untuk melaporkan hotel tersebut ke polisi.

"Jadi kita pengen tetap melalui jalur hukum," kata Mandala saat diwawancara secara eksklusif oleh "Intens Investigasi" pada 9 Desember. "Traumatis banget, hal yang tidak mengenakkan," kata Dea. "Kita rugi juga secara material. Kita akan tuntut Rp5 miliar," kata Mandala. "Tadi sudah ngobrol sama polisi yang ada di sini, kita minta untuk diarahkan untuk laporan ke Polres. Karena kita masih crowded, ada acara wedding, mungkin kita laporkan besok (Minggu 10 Desember) pagi atau besok sore, setelah acara selesai," tegas Dea.

"Ya, perbuatan tidak menyenangkan dan juga kalau misal kita ambil barang tanpa izin, pidana, kan sudah bayar juga," kata Mandala. "Kalau ada yang rusak, pengrusakan dong, kalau ada yang hilang, pencurian, aku sudah konsul sama pengacara," timpal Dea.

Sementara itu, Mandala dan istri sempat cerita soal kronologi kejadian pengusiran paksa tersebut. Awalnya, Mandala yang sedang jadi MC di sebuah acara di hotel tersebut sempat turun ke kamarnya untuk mengambil charger. Namun, Mandala kaget saat ia diberitahu soal status kamarnya ketika berniat meminta kunci di resepsionis.


"Tiba-tiba pas saya ke bawah, ke kamar, tiba-tiba saya minta kunci kamar, dibilang kamar sudah check-out, saya kaget. Ada kartu ATM, uang, dompet, credit card di situ, kaget," kata Mandala. "SOPnya kan tidak boleh pihak hotel mengemasi barang-barang tanpa seizin. Kalaupun mereka (penghuni kamar) tidak mau keluar, mereka ada sanksi berupa charge, kalau terlambat check-out kita kena charge. Lebih baik kita kena charge daripada diusir. Ini nggak profesional banget, kita sudah bayar. Kita di hotel 80 pax, di ballroomnya kita sudah bayar. Kita dirugikan."

Bukan cuma itu, pakaian dalam milik Mandala dan istri juga dikemasi sepihak oleh pihak bell boy. Selain itu, barang-barang tersebut ditinggalkan di lobi hotel secara berantakan.

"Aku itu nggak pernah salaman sama cowok lain. Aku menjaga banget tidak pernah bersentuhan sama cowok lain," kata Dea. "Tapi itu barang-barang aku, daleman aku, dipegang sama cowok lain. Itu barang intim, pribadi banget. Sakit, trauma. Koperku ada kuncinya, dia ngasal, dirusak koper aku."

Sejauh ini, pihak hotel yang melakukan pengusiran paksa terhadap Mandala dan Dea belum buka suara. Yang pasti keduanya masih merasa kesal atas perlakuan semena-mena pihak hotel tersebut. Pasalnya, Mandala harus menunda menjadi moderator acara untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Mandala lagi MC, barang-barang dikeluarin. Otomatis dia ngurus barang-barang, moderatornya (Mandala) nggak ada, acara berhenti. Kita rugi secara acara, kita rugi material, secara moril kita rugi," ujar Dea yang masih emosi atas kejadian itu. "Koper rusak, kita belum cek (kondisi barang lainnya), apakah rusak atau tidak. Kita merasa tidak dihargai, kita pindah dari hotel, mereka (pihak hotel) tidak peduli, mereka cuma bilang, 'Itu di luar kemampuan kami'," kata Mandala.

(wk/riaw)

You can share this post!

Rekomendasi Artikel
Berita Trending
Berita Terbaru