Sarah Vi membagikan nasihat bijak dari Ustaz Khalid Basalamah tentang hukum Allah terkait bakti anak laki-laki terhadap orangtuanya. Nasihat itu diungkap Sarah setelah ia mengungkap soal eks suaminya yang tega membawa kabur sang putra, Gibriel Sofie,
- Ria Susilo Wardhani
- Senin, 12 Februari 2024 - 14:56 WIB
WowKeren - Lama tak terdengar kabarnya, artis cantik Sarah Vi menuai simpati publik. Pasalnya, Sarah sempat bercerita tentang pengalamannya yang hingga kini belum bisa bertemu sang putra, Gibriel Sofie, karena dibawa kabur eks suami, Sofie Agil, selama 20 tahun.
Di unggahan terbaru, Sarah mengungkap nasihat bijak dari Ustaz Khalid Basalamah terkait masa bakti anak laki-laki terhadap orangtuanya. Sarah bak mengingatkan jika sang putra punya kewajiban untuk berbakti pada orangtua hingga ayah ibunya meninggal.
"Di dalam Islam, tidak akan pernah berubah hukum bakti seorang laki-laki terhadap orangtuanya, sampai dianya (si anak laki-laki) mati, bukan orangtuanya yang mati, (sampai) dianya yang mati," demikian nasihat dari Ustaz Khalid yang videonya dibagikan oleh Sarah. "'Saya, punya kewajiban bakti dengan orangtua sampai saya mati. Orangtua saya hidup atau mati tetap saya baktiin'. Itu hukum Allah, nggak bisa dibantah. Banyak istri tidak paham itu. Muslimah tidak paham. Pada saat suaminya mau bakti pada orangtuanya, dilarang. Dia jadi penghalang. Nggak boleh. Karena dia tidak paham, bahwasanya dia menikah dengan laki-laki ini, dia punya orangtua yang memang Allah hubungkan bakti sampai dianya mati."
Sebelumnya, Sarah mengenang masa lalu setelah dirinya bercerai dengan eks suaminya, Sofie Agil. Ia tak menyangka jika eks suaminya membawa kabur putra mereka selama puluhan tahun.
"Dia yang pergi meninggalkan kita. Kalau aku sudah dipesan apa pun yang terjadi, jangan sampai keluar dari rumah. Jadi dia yang pergi, kemudian kembali lagi untuk mengambil anak," seru Sarah. "Nggak ada omongan sama sekali, sampai di persidangan itu padahal hak asuh anak itu ada di ibu dua-duanya."
Sarah mengaku sudah berjuang agar bisa bertemu dengan Gibriel. Ia rupanya juga ingin mempertemukan putranya tersebut dengan sang adik, Ayeesha.
"Saat itu dari pengacara udah membantu untuk menemui Kak Seto, KPAI, polisi, usaha itu bukan untuk merebut kembali Gibriel, tapi pengin silaturahmi, pengin ketemu, tapi pagar itu tidak pernah terbuka," keluh Sarah. "Saya sebelum meninggal, saya udah tua saya cuma mau Ayeesha dan Gibriel bersatu, Ayeesha punya saudara biar silaturrahmi itu saja yang saya mau sebelum meninggal. Gibriel diambil dari aku saat aku lagi salat ashar, Ayesha (anak keduanya) lagi bobo juga, yang satu di box baby, yang satu di tempat tidur. Tiba-tiba aku dengar Ayesha nangis, entah Ayesha mau dibawa kabur juga, entah dia bingung bawa dua anak atau sempat dibawa. Tapi, karena Ayesha nangis terus ditinggal."
(wk/riaw)