Vincent Rompies baru-baru ini buka suara soal kasus bullying sang anak. Sahabat Desta itu mengaku tidak membuka akun media sosial di tengah kasus yang menimpa anaknya.
- Diah Candra Trisanti
- Jumat, 23 Februari 2024 - 02:00 WIB
WowKeren - Vincent Rompies menjalani pemeriksaan di Polres Tangerang Selatan pada Kamis (22/2) terkait kasus bullying yang menyeret anaknya. Diperiksa sejak pukul 11.00 WIB, Vincent mengaku kooperatif. Ia pun berharap agar kasus bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
Saat ditanya soal rumor yang beredar terkait sang anak di media sosial, Vincent enggan menjawab. Pasalnya, ia mengaku tidak membuka media sosial selama beberapa minggu belakangan. Karena itu, sahabat Desta ini tidak terlalu paham dengan rumor yang berkembang.
"Saya enggak tahu," ungkap Vincent saat ditemui di Polsek Tangerang Selatan. "Saya justru tidak membuka media sosial sudah seminggu, dua minggu ini, enggak buka medsos."
Untuk saat ini, Vincent hanya berharap agar kasus tersebut bisa segera selesai dengan baik. Hingga saat ini, status anak Vincent pun masih ditetapkan sebagai saksi.
Melihat respons Vincent, netizen pun pro dan kontra. Banyak netizen yang berharap agar anak Vincent dan pelaku bullying lainnya bisa diberikan efek jera. Sedangkan, sebagian netizen memberikan dukungan moral untuk keluarga Vincent.
"Kenapa yg di up vincent doang? Yg laen engga? Mereka juga anak anak org gede padahal [sic!]," komentar pemilik akun @elisa***sari. "Ga pantes pak vincent masuk lambe 😂, semangat terus pak pincent🔥🙌 [sic!]," balas akun @bagas***alp87_.
"Terkadang didikan dirumah udah bener vibe nya dah bagus cuma ketularan sama pertemanan aja kalau kayak gini seolah-olah orang tua yang tidak mendidik [sic!]," sahut akun @ravi***rant. "Jangan menghakimi vincent ya guys, pergaulan nya yg salah [sic!]," tambah akun @mayra***123.
Selain Vincent, nama putra mantan penyiar berita sekaligus anggota DPR RI Arief Suditomo juga ikut terseret. Namun, hingga kini masih belum ada keterangan apapun dari pihak Arief.
Sementara itu, pihak sekolah telah memberikan reaksi tegas atas kasus tersebut. Derajat sanksi pun berbeda, yakni yang melakukan kekerasan dikeluarkan dari sekolah, kemudian yang melihat tapi tak berupaya membantu disanksi disiplin keras.
Sedangkan, pihak KPAI juga berjanji akan mendampingi para pelaku sekaligus korban mengingat mereka masih berada di bawah umur. Terkait upaya damai antara korban dan pelaku, KPAI juga memastikan agar proses berjalan lebih dulu.
(wk/diah)