Hotman Paris Hutapea kuasa hukum keluarga Vina Cirebon menilai kesaksian 5 dari 6 terpidana sangat janggal dan fatal. Pengakuan 5 dari 6 pelaku itu bak menguatkan dugaan Pegi Setiawan merupakan korban salah tangkap.
- Sisilia Rizky Azalea
- Kamis, 30 Mei 2024 - 10:41 WIB
WowKeren - Kasus Vina Cirebon belakangan ini tengah mendapat atensi dari masyarakat Tanah Air. Pengacara kondang Hotman Paris sampai ikut turun tangan dalam menangani kasus Vina. Ia bahkan bersedia menjadi perwakilan kuasa hukum dari keluarga Vina.
Hotman kemudian baru-baru ini kembali menggelar konferensi pers. Dalam preskon itu, Hotman menanggapi penangkapan satu DPO atas nama Pegi Setiawan. Hotman menilai ada yang janggal dari penangkapan Pegi.
Pasalnya, terungkap bahwa 5 dari 6 terpidana yang dilakukan BAP menyebut Pegi yang baru ditangkap bukanlah pelaku yang asli. Sedang, satu terpidana membenarkan Pegi merupakan pelaku pembunuhan Vina.
Adanya kesamaan keterangan yang disampaikan 5 dari 6 pelaku itu dinilai Hotman sangat fatal. Ia menduga polisi terlalu terburu-buru dalam menetapkan Pegi Setiawan sebagai tersangka.
”Kita tahu bahwa 6 di BAP baru-baru ini sebelum Pegi ditetapkan sebagai tersangka 6 di BAP tapi 5 mengatakan bukan Pegi pelakunya, 1 mengatakan iya. Makanya saya bilang, terlalu terburu-buru, ini kan baru dimulai penyidikan ulang, tapi yang paling utama, 5 dari pelaku tindak pidana mengatakan bukan Pegi pelakunya, itu yang paling utama, dari segi hukum itu sangat fatal itu, 5 lawan 1 loh,” terang Hotman Paris saat menggelar konferensi pers di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (29/5).
Pihak polisi sendiri belum memberikan tanggapan terkait kesaksian 5 dari 6 terpidana yang menyebut Pegi bukanlah pelaku. Namun, di media sosial belakangan beredar kecurigaan bahwa Pegi Setiawan merupakan korban salah tangkap.
Salah satu rekan kerja Pegi juga sempat bersaksi bahwa Pegi saat kejadian Vina terbunuh tengah bersamanya. Ia menyebut Pegi di tahun itu tengah bekerja di Bandung dan tidak sedang berada di Cirebon.
”Gak yakin, kalau si Pegi itu salah sasaran, salah tangkap. Yakin itu kerjanya bareng, berangkat itu tanggal 21 Agustus, dia nelepon. Saya disana cuma satu minggu, pas gajian tanggal 27 Agustus 2016, saya pulang, yang anter Robby, Ibnu sama si Pegi, tanggal 27 Agustus tahun 2016, sekitar jam 8 malam habis gajian,” kata Suharsono rekan kerja Pegi. ”Iya (Pegi) saat itu ada di Bandung. Yakin salah tangkap, gak mungkin (membunuh).”
(wk/Sisi)