Kasi Humas Polres Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi ungkap kemunculan anak aktor senior terkenal sebagai saksi kunci dalam kasus Lolly. Sementara itu, pengacara Nikita Mirzani, Fahmi Bachmid, juga beber soal saksi kunci tersebut.
- Ria Susilo Wardhani
- Jumat, 27 September 2024 - 13:38 WIB
WowKeren - Kasus Lolly putri Nikita Mirzani yang jadi korban dugaan pencabulan anak di bawah umur dan aborsi itu hingga hingga kini masih jadi sorotan. Di tengah proses penyelidikan kasus yang menyeret nama Vadel Badjideh tersebut, terkuak jika ada saksi kunci pihak Lolly yang ternyata anak seorang aktor senior terkenal.
"Iya betul (anak seorang aktor) karena saksi ini mendengar, jadi memang keterangan saudari A kita butuhkan, memberikan itu ke penyidik memang yang mengumpulkan. Sementara ini penyidik mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi yang melihat, mendengar, dan mengetahui kasus yang dilaporkan NM," kata Kasi Humas Polres Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi.
Menurut informasi, A merupakan teman curhat dari Lolly. "Teman curhat. Teman dia (anak Nikita Mirzani) telepon jam 2 malam sambil nangis-nangis, sangat dekat, dan dia yang sangat tahu," ujar Nurma.
Sementara itu, Fahmi Bachmid pengacara dari Nikita juga ikut menanggapi soal saksi kunci berinisial A tersebut. Fahmi mengaku tak tahu latar belakang saksi tersebut. Yang pasti, pihak A sendiri yang sukarela menjadi saksi dan menawarkan bantuan.
"Jadi ini bukan saksi baru. Saksi ini muncul setelah kemarin ada saksi yang diperiksa. Nah, setelah dia menyatakan bahwa saksi inilah yang tahu, melerai, dan sebagainya. Jadi saksi fakta yang tahu," kata Fahmi. "Saya tidak tahu dia anak siapa, yang jelas dia berinisiatif sendiri, saya hormati, tiba-tiba dia telepon saya, 'Bang saya yang tahu, izinkan saya menjadi saksi'. Tapi latar belakangnya saya tidak tahu, mungkin penyidik yang tahu."
Yang pasti, pihak Nikita sangat mengapresiasi bantuan dari A. "Dia yang berhubungan, dia yang ada di apartemen, dia yang naik ke apartemen. Bahkan kalau direka ulang dia bisa menjelaskan bagaimana ada sebuah kejadian itu," kata Fahmi.
Sementara itu, Vadel jadi sorotan soal dirinya beralasan sakit hingga meminta pemeriksaan yang harusnya dijadwalkan pada 27 September itu diundur jadi 4 Oktober. Terkait hal itu, pihak polisi buka suara.
"Iya nanti kite cek kembali ke penyidik, penjelasan itu harus kita betul-betul jelas ya. Memang nanti kita tanya kembali ke penyidik setelah itu nanti saya update kembali. Biasanya kalau penundaan, kalau tidak hadir dari VA dipanggil atau diminta datang ke Polres, memberikan keterangan tertulis maupun lisan, seperti kebiasaan penyidik, kuasa hukum yang dipanggil," kata AKP Nurma. "Ya jadi memang fleksibel kita panggil. Setelah itu ada pemberitahuan datang atau tidaknya, biasanya kuasa hukumnya atau VA yang berkoordinasi dengan penyidik, normatif."
(wk/riaw)