Pihak sekolah tempat Novi Citra Indrayati vokalis Sukatani bekerja buka suara terkait pemecatan. Di sisi lain, band Sukatani bongkar kondisi usai sebelumnya diduga diintimidasi polisi terkait lagu "Bayar Bayar Bayar".
- Ria Susilo Wardhani
- Minggu, 23 Februari 2025 - 07:47 WIB
WowKeren - Band Sukatani jadi trending di sosial media gegara lagu mereka yang memicu kehebohan, "Bayar Bayar Bayar". Lagu itu menyuarakan kritikan terhadap polisi lewat lirik "Bayar Polisi" di lagu tersebut.
Sayangnya, beredar kabar kalau vokalis band tersebut, Novi Citra Indriyati alias Twister Angel, terpaksa dipecat dari posisinya sebagai guru di SD IT Mutiara Hati, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Terkait kabar tersebut, Kepala Sekolah SD IT Mutiara Hati, Eti Endarwati, langsung menyangkal tegas. Eti beberkan jika pemberhentian tersebut terjadi pada 6 Februari 2025, sebelum lagu "Bayar Bayar Bayar" viral.
Sebelum dipecat, Novi menjabat sebagai wali kelas dan menjadi guru sejak 2022. Ia juga memperlihatkan kinerja yang bagus selama bekerja. Walau begitu, Novi terpaksa diberhentikan karena tidak mematuhi aturan yang berlaku.
"Beliau mengajar baik, tetapi seorang guru tidak hanya memiliki kompetensi, melainkan juga harus mematuhi aturan. Yang dilanggar adalah kode etik, terutama yang berkaitan dengan syariat Islam," kata Eti. "Ada aturan yang berlaku untuk semua dan ada kode etik kepada guru-guru kami. Kode etik sudah disosialisasikan di awal pendaftaran, dan dari awal beliau sudah tahu konsekuensinya."
Sementara itu, LBH Semarang masih menelusuri soal penyebab pemecatan Novi yang sesungguhnya. Pihak LBH menduga jika pemberhentian Novi juga ada kaitan lagu "Bayar Bayar Bayar" yang sempat diduga membuat gerah kepolisian.
"Kami mendapatkan informasi bahwa Ovi (Novi) dipecat dari tempatnya mengajar karena aktivitas bermusiknya, kami kini masih memastikan kejadian pemecatan itu," ujar Direktur LBH Semarang Ahmad Syamsuddin Arief. "Sekolahan juga takut terhadap suara-suara yang disuarakan Ovi sehingga mereka ambil aman. Polda Jateng juga punya tanggung jawab memulihkan nama baik Sukatani, termasuk person-person lainnya yang terlanggar haknya dalam kasus ini."
Pemecatan Novi juga membuat Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai buka suara. Ia tegaskan akan menolak pemecatan tersebut karena ini berkaitan dengan perlindungan HAM.
"Staf Saya darı Kanwil Jawa Tengah akan cek kebenaran informasi jika benar dipecat karena sebagai Vokalis Sukatani maka kami akan menolak karena Pemerintah konsisten memastikan perlindungan dan penghormatan HAM setiap warga negara Indonesia. (Sukatani dan Kepolisian-sudah minta maaf dan kepolisian juga menerima sebagai kritikan atau masukan. Soal pemecatan silakan laporkan kepada Kami di Kantor Wilayah Jawa Tengah atau langsung ke Kantor Pusat Kementerian HAM," demikian pernyataan Pigai.
Sebelumnya, band Sukatani juga sudah meminta maaf secara terbuka terkait lagu mereka. "Mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Kapolri dan institusi Polri atas lagu ciptaan kami dengan judul lagu Bayar Bayar Bayar yang liriknya 'bayar polisi' yang telah kami nyanyikan sehingga viral di beberapa platform media sosial. Sebenarnya lagu itu saya ciptakan untuk oknum kepolisian yang melanggar peraturan. Saya telah mencabut dan menarik lagu ciptaan kami yang berjudul 'Bayar Bayar Bayar'," tegas Syifa Al Lufti alias Alectroguy selaku personil band.
Setelah kehebohan itu, Syifa dan Novi juga bagikan kondisi serta ungkap terima kasih buat banyak pihak. "Kami dari Sukatani mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas dukungan dan doa yang diberikan oleh semua pihak selama beberapa hari ini. Kami sangat menghargai solidaritas dari kawan-kawan sehingga membuat kami tetap kuatKami juga ingin mengabarkan bahwa kondisi kami sudah membaik dan berada pada ruang yang lebih aman," seru band Sukatani.
(wk/riaw)