Film animasi JUMBO karya Ryan Adriandhy sukses menembus peringkat 6 di bioskop Korea Selatan.
- Jumat, 27 Februari 2026 - 14:41 WIB
WowKeren - Film animasi kebanggaan Indonesia, JUMBO, berhasil meraih prestasi gemilang di kancah perfilman internasional setelah menembus peringkat keenam di box office Korea Selatan pada hari pertama penayangannya, 18 Februari 2026. Karya sutradara Ryan Adriandhy ini berhasil menarik perhatian ribuan penonton di Negeri Ginseng dengan total 12.648 penonton yang datang ke 355 layar bioskop yang menayangkannya.
Pencapaian ini sangat berarti, mengingat film ini mampu bersaing dengan banyak film lokal Korea Selatan yang sudah mapan. Meskipun pada hari kedua penayangannya JUMBO mengalami penurunan ke peringkat ke-11, pencapaian awalnya tetap menjadi sorotan. Film ini meraup pendapatan sekitar 89.722 dolar AS, atau setara dengan Rp1,5 miliar di hari perdana, menunjukkan bahwa JUMBO memiliki daya tarik yang kuat di pasar internasional.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul juga turut mendukung penayangan JUMBO dengan menyelenggarakan pemutaran khusus pada 12 Februari 2026. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya diplomasi budaya Indonesia untuk memperkenalkan karya Ryan Adriandhy kepada masyarakat Korea, sekaligus memperkuat hubungan budaya antara kedua negara.
Film JUMBO mendapat sambutan positif dari penonton Korea Selatan, yang memuji visual animasi yang halus serta alur cerita yang menyentuh hati. Film ini bahkan mencatat rating tinggi 94% di situs resmi CGV Korea Selatan, menunjukkan bahwa pesan universal tentang persahabatan dan proses tumbuh dewasa dalam film ini sangat relevan dan diterima baik oleh penonton lintas budaya.
Selain itu, lagu tema JUMBO yang berjudul 'Selalu Ada di Nadimu' juga menjadi sensasi di Korea Selatan, dengan versi bahasa Korea yang banyak diputar dan dicover di media sosial. Fenomena ini menambah daftar keberhasilan JUMBO di Negeri Ginseng, menunjukkan bahwa elemen musik dalam film ini juga sangat digemari.
Sebelum mencapai kesuksesan di kancah internasional, JUMBO telah mengukir prestasi di Festival Film Indonesia (FFI) 2025 dengan meraih Piala Citra untuk kategori Film Animasi Panjang Terbaik. Film ini juga menjadi animasi pertama yang masuk nominasi Film Cerita Panjang Terbaik, bersanding dengan film live-action. JUMBO juga meraih Piala Antemas sebagai film terlaris di bioskop dengan lebih dari 10 juta penonton.
Film ini telah menunjukkan taringnya di pasar global dengan hak distribusi di sekitar 40 negara, termasuk Taiwan, Meksiko, Rusia, Belarus, dan Vietnam. JUMBO juga telah tayang di Netflix sejak 25 Desember 2025, memperluas jangkauannya ke audiens yang lebih luas.
Sinopsis film JUMBO menggambarkan kisah Don, seorang anak yatim piatu berusia 10 tahun yang sering diremehkan. Ia menemukan kekuatan dalam buku dongeng warisan orang tuanya, membawanya pada petualangan menakjubkan bersama peri misterius bernama Meri. Dengan segala pencapaian yang diraih, JUMBO tidak hanya menjadi film animasi yang menghibur, tetapi juga berkualitas dari segi musik dan produksi.
(wk/timw)