Donny Fattah, bassis God Bless, meninggal dunia pada 7 Maret 2026. Dikenang sebagai pionir musik rock Indonesia.
- Sabtu, 07 Maret 2026 - 15:32 WIB
WowKeren - Industri musik Indonesia kehilangan salah satu tokoh pentingnya. Donny Fattah, bassis dan salah satu pendiri band rock legendaris God Bless, meninggal dunia di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta, pada Sabtu, 7 Maret 2026. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi para penggemar dan pelaku musik rock di Tanah Air.
Kabar duka ini pertama kali disampaikan oleh putranya, Iman Fattah, melalui pesan singkat yang mengisyaratkan kesedihan mendalam. "Innalillahi wa innalillahi raju'un, bapak saya, Donny Fattah, telah meninggalkan kita semua," tulis Iman. "Mohon doanya ya," imbuhnya, menunjukkan betapa beratnya kehilangan sosok yang telah berkontribusi besar dalam dunia musik.
Donny Fattah, yang memiliki nama lengkap Jidon Patta Onda Gagola, lahir di Manado pada 24 September 1949. Namanya menjadi identik dengan perjalanan panjang rock Indonesia. Karier musiknya dimulai di Lemans Pub, tempat di mana ia pertama kali tampil bersama grupnya yang awalnya bernama Crazy Wheels. Dari sana, perjalanan musiknya terus berkembang hingga terbentuklah God Bless, yang resmi diperkenalkan kepada publik di panggung bergengsi Taman Ismail Marzuki pada 5 Mei 1973.
Donny berkolaborasi dengan vokalis Achmad Albar untuk membangun God Bless menjadi salah satu band rock paling ikonik di Indonesia. Gaya musik yang diusung God Bless tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan musik rock di Indonesia.
Sebagai seorang pemain bass, Donny Fattah dikenal tidak hanya sebagai pengisi ritme, tetapi juga sebagai musisi yang sangat terampil dalam teknik improvisasi di atas panggung. Ia terinspirasi oleh musisi-musisi besar dunia seperti Stanley Clarke dan Geddy Lee dari band Rush. Kemampuannya yang luar biasa dalam bermain bass membuatnya mampu memperkenalkan teknik funky thump, yang saat itu menjadi tren di kalangan musisi.
Gaya permainan Donny tidak hanya diakui di Indonesia, tetapi juga melampaui batas negeri. Banyak pemain bass di Malaysia dan Singapura menjadikan Donny Fattah sebagai panutan dalam teknik bermain bass mereka, menunjukkan betapa besarnya pengaruhnya di kawasan Asia Tenggara.
Kepergian Donny Fattah meninggalkan duka yang mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh penggemar musik rock. Kontribusinya dalam mengembangkan dan mempopulerkan genre rock di Indonesia akan selalu dikenang. Musisi dan penggemar di seluruh tanah air akan terus merayakan karya-karya legendaris yang telah ia ciptakan bersama God Bless.
Dalam setiap penampilan dan karya yang diciptakannya, Donny Fattah telah meninggalkan jejak yang tak terlupakan dalam dunia musik. Semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menjalani kehilangan ini.
(wk/timw)