Pandji Pragiwaksono Rilis Buku Mens Rea untuk Jernihkan Isu di Masyarakat
Instagram/Pandji Pragiwaksono/Instagram
Selebriti

Pandji Pragiwaksono rilis buku Mens Rea untuk menjelaskan pertunjukannya kepada publik.

WowKeren - Komika dan artis ternama, Pandji Pragiwaksono, mengumumkan rencana untuk merilis buku berdasarkan spesial show-nya yang berjudul Mens Rea. Buku ini hadir sebagai respons atas banyaknya diskusi di masyarakat terkait materi yang disampaikan dalam pertunjukan tersebut. Dalam kesempatan yang sama, Pandji menjelaskan bahwa buku ini bertujuan untuk memberikan penjelasan lebih dalam tentang alasan di balik pembuatan pertunjukan yang telah menjadi sorotan publik.

"Karena ada banyak diskusi yang terjadi di masyarakat. Penginnya diskusi itu dijelaskan dari sudut pandang saya sebagai pemilik pertunjukan," ungkap Pandji saat ditemui di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, pada Senin, 9 Maret 2026. Ia menambahkan, "Kenapa Pandji bikin pertunjukan ini, apa yang dimaksud dengan kalimat ini, itu semua dijelaskan di buku tersebut."

Dengan dirilisnya buku ini, Pandji berharap dapat mengurangi kesalahpahaman yang mungkin timbul dari lelucon yang disampaikan dalam Mens Rea. "Saya malah berharap buku ini bisa membantu memberi kejelasan saja di tengah masyarakat sehingga tidak perlu lagi terjadi kesalahpahaman," jelasnya.


Buku Mens Rea dijadwalkan rilis pada April 2026 dan akan diterbitkan oleh Bentang Pustaka. Pertunjukan Mens Rea sendiri merupakan pertunjukan stand-up comedy tunggal Pandji yang menggelar tur di sepuluh kota di Indonesia selama periode April hingga Agustus 2025. Puncak acara diadakan di Indonesia Arena, Jakarta, pada 30 Agustus 2025, di mana acara tersebut berhasil menarik perhatian 10.000 penonton.

Pertunjukan ini juga telah tayang di platform streaming Netflix pada 27 Desember 2025, menjadikannya sebagai spesial stand-up comedy perdana dari komika Indonesia yang dirilis di platform global tersebut. Dengan durasi hampir dua setengah jam, Mens Rea mengangkat berbagai tema provokatif, mulai dari pendidikan, politik, hingga penegakan hukum.

Dua materi yang paling memicu reaksi keras berasal dari pernyataan yang dianggap menyinggung Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah mengenai pengelolaan tambang, serta narasi tentang orang yang rajin shalat yang ditafsirkan oleh sebagian pihak sebagai penistaan agama. Viralnya potongan-potongan materi tersebut di media sosial membuat Angkatan Muda NU dan Aliansi Muda Muhammadiyah melaporkan Pandji ke Polda Metro Jaya pada 7 Januari 2026, dengan dugaan pelanggaran pasal penistaan agama dalam KUHP baru.

Hingga akhir Januari 2026, tercatat setidaknya sudah ada tiga laporan polisi dan dua pengaduan masyarakat yang masuk ke Polda Metro Jaya terkait pertunjukan tersebut. Dengan adanya buku Mens Rea, Pandji berharap masyarakat bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik dan jernih mengenai materi yang disampaikan dalam pertunjukannya.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait