Jay Park Bicara Mengenai Keputusan Keluar dari 2PM 16 Tahun Lalu
Instagram/Jay Park/Instagram
Selebriti

Jay Park mengungkapkan pandangannya tentang kontroversi yang memaksanya keluar dari 2PM.

WowKeren - Pada tanggal 5 Maret, kanal YouTube "Eyes Magazine" merilis video berjudul "Lagu yang Mengubah Hidup Jay Park." Dalam video tersebut, Jay Park merefleksikan perjalanan musiknya dan memilih lagu hit Usher, "U Got It Bad," sebagai lagu yang menginspirasinya untuk mengejar karier sebagai penyanyi.

Selama wawancara, Jay Park juga membahas kontroversi tahun 2009 yang memaksanya untuk menghentikan aktivitas bersama 2PM dan kembali ke Amerika Serikat. "Saya tidak merasa cemas. Saya hanya merasa menyesal dan meminta maaf," ujarnya. "Saya pikir, terlepas dari keadaan, saya telah menyebabkan ketidaknyamanan dan menyakiti banyak orang."

Menggali lebih dalam mengenai situasi tersebut, Jay Park menjelaskan bahwa alih-alih merasa takut atau cemas, ia memilih untuk menerima keadaan yang ada. "Saya cenderung menerima situasi apa adanya. Saya menjalani hidup mengikuti alur," katanya. "Saya mencoba menerima apa yang diberikan kepada saya dan melakukan yang terbaik dalam situasi tersebut. Jadi saya tidak merasa terlalu cemas atau takut."

Pernyataan jujurnya menarik perhatian, karena ini adalah salah satu dari sedikit kesempatan di mana ia berbicara langsung mengenai kontroversi yang mengubah kariernya secara dramatis. Jay Park juga membagikan kisah tentang bagaimana seorang penggemar membantunya memulai kembali karier musiknya setelah kembali ke Amerika.

Ketika pembawa acara menyebutkan bahwa ada seorang penggemar di Seattle yang memberinya MacBook, penyanyi tersebut membenarkan kisah itu. "Benar. Itu adalah kesempatan yang memungkinkan saya untuk memulai kembali," jelasnya. Ia mengingat bahwa saat itu YouTube baru mulai populer, dan banyak orang Amerika keturunan Asia yang mengunggah video cover musik secara online. "Saya ingin menunjukkan selera musik saya, jadi saya merekam diri saya menyanyikan 'Nothin' on You' di kamar mandi menggunakan MacBook yang diberikan penggemar itu," tuturnya. "Video itu mencapai tiga juta tayangan hanya dalam satu hari. Itu benar-benar meledak."

Menurut Jay Park, setelah itu ia mengunggah sekitar tujuh video cover yang membawanya pada berbagai tawaran dan kesempatan dari berbagai tempat. "Secara sederhana, video-video itu menjadi kesempatan bagi saya untuk memulai kembali karier saya," katanya.


Ketika ditanya apakah ia pernah mempertimbangkan untuk berhenti dari musik selama masa sulit tersebut, Jay Park menjawab dengan jujur. "Saya bukan tipe orang yang sangat takut terhadap kritik. Saya cenderung melakukan sesuatu dengan bebas," ujarnya. Namun, ia menekankan bahwa ia tidak bermaksud berperilaku kasar atau menyakiti orang lain.

Penyanyi ini juga berbicara tentang bagaimana ia tidak merasa terikat untuk mengikuti harapan yang kaku tentang apa yang seharusnya dilakukan seorang penyanyi. "Orang-orang memiliki ide dan standar yang telah ditentukan tentang bagaimana seorang penyanyi seharusnya bertindak, tetapi saya tidak selalu mengikuti itu," jelasnya. "Sejak kecil, pendapat orang lain tidak menjadi faktor yang sangat penting dalam hidup saya."

Di akhir wawancara, Jay Park berbagi pandangannya tentang nilai-nilai pribadi dan kesejahteraan mental. Ia mencatat bahwa banyak orang saat ini terlalu fokus pada penampilan luar sementara mengabaikan diri mereka yang sebenarnya. "Bagi saya, apa yang ada di dalam itu lebih penting," katanya. "Bahkan jika semua orang menyukaimu, jika dirimu yang sebenarnya tidak teratur, itu tidak berarti apa-apa."

Ia menambahkan bahwa menjaga keseimbangan batin sangat penting untuk mencegah perjuangan emosional dan masalah kesehatan mental. "Jika kamu hidup hanya untuk orang lain, kamu bisa akhirnya membuat dirimu sakit," ujarnya.

Pada bulan September 2009, Jay Park mengalami backlash besar setelah sebuah unggahan di media sosial pribadinya muncul kembali dan diterjemahkan sebagai kritik terhadap Korea. Kontroversi ini memaksanya untuk mengumumkan keputusannya meninggalkan 2PM, grup yang saat itu ia pimpin, dan kembali ke Amerika Serikat.

Laporan selanjutnya menjelaskan bahwa unggahan tersebut tidak menghina Korea, melainkan menggambarkan perjuangannya untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan di lingkungan asing. Namun, pada bulan Februari 2010, JYP Entertainment secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya secara permanen dari grup tersebut, dengan alasan masalah pribadi. Sejak saat itu, Jay Park telah membangun kembali kariernya dan menjadi salah satu artis Korea-Amerika paling sukses di industri musik.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait