Harry Kiss mengungkapkan pujian untuk Sheila Dara setelah kepergian Vidi Aldiano.
- Rabu, 11 Maret 2026 - 13:31 WIB
WowKeren - Ayah Vidi Aldiano, Harry Kiss, memberikan pujian tinggi kepada Sheila Dara sebagai menantu yang sangat baik setelah kepergian putranya pada Sabtu, 7 Maret 2026. Dalam kesempatan yang diadakan di TPU Tanah Kusir, Harry menyoroti betapa luar biasanya dukungan Sheila selama masa-masa sulit yang dihadapi Vidi akibat penyakitnya.
"Sheila itu menantu yang paling baik so far," ungkap Harry Kiss saat ditemui di pemakaman. Ia mengingat kembali momen-momen spesial yang terjalin antara Vidi dan Sheila, terutama saat mereka menikah pada tahun 2022 setelah melalui berbagai tantangan dalam hubungan mereka.
Hubungan Vidi dan Sheila mengalami titik balik yang signifikan ketika Vidi didiagnosis dengan kanker ginjal stadium 3 pada akhir 2019. Kehadiran Sheila di sampingnya selama masa-masa kritis tersebut memberi dorongan dan semangat bagi Vidi untuk terus berjuang. Momen indah pun tercipta ketika Vidi melamar Sheila pada hari ulang tahunnya di bulan Maret 2021.
Harry Kiss mengenang momen bahagia saat resepsi pernikahan, di mana keluarga memberikan penghargaan kepada Sheila sebagai menantu yang berhasil bertahan menghadapi berbagai tantangan dalam hubungan mereka. "Kemarin itu waktu menikah dia dapat piala sebagai menantu yang paling survive," tambah Harry, mengungkapkan rasa bangganya terhadap menantunya.
Di tengah kesedihan, Sheila Dara tampil tegar saat pemakaman Vidi, terlihat menangis namun tetap kuat di hadapan kerabat dan teman-teman. Harry Kiss juga menyoroti dukungan dari teman-teman Vidi yang selalu hadir untuk memberikan hiburan dan dukungan bagi Sheila di masa-masa sulit ini. "Setiap hari ada teman-temannya Vidi, tiap hari pada ngumpul di rumahnya," jelas Harry, menekankan betapa pentingnya kehadiran sahabat-sahabat Vidi bagi Sheila.
Vidi Aldiano meninggal dunia pada usia 35 tahun setelah berjuang melawan kanker ginjal sejak 2019. Ia memutuskan untuk hiatus dari karier musik demi fokus pada proses penyembuhan. Sayangnya, pada Juni 2025, Vidi mengungkapkan bahwa penyakitnya telah menyebar, dan ia harus mengandalkan obat yang sama yang diberikan saat diagnosis awal di Singapura.
Jenazah Vidi disalatkan di Masjid Jami' Ath-Thoyyiba, dekat kediamannya, sebelum akhirnya dibawa ke TPU Tanah Kusir untuk dimakamkan. Kepergian Vidi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan teman-temannya, namun kenangan akan perjuangan dan cinta Sheila selalu dikenang oleh orang-orang terdekatnya.
(wk/timw)