Motaz Malhees, aktor The Voice of Hind Rajab, tidak bisa hadir di Oscar karena paspor Palestina diblokir.
- Sabtu, 14 Maret 2026 - 16:38 WIB
WowKeren - Motaz Malhees, aktor yang dikenal melalui film The Voice of Hind Rajab, dipastikan tidak dapat menghadiri Piala Oscar yang akan berlangsung pada Minggu (15/3) malam waktu Amerika Serikat. Ketidakhadirannya disebabkan oleh larangan perjalanan yang diterapkan oleh Presiden AS, Donald Trump, terhadap pemegang paspor Palestina.
Film yang dibintangi Malhees, dengan judul yang sama, mendapat nominasi untuk kategori Best International Feature dalam ajang penghargaan bergengsi tersebut. Dalam film ini, Malhees berperan sebagai seorang operator call center yang berusaha membantu seorang gadis Palestina berusia lima tahun, Hind Rajab, yang terjebak dalam mobil di tengah tembakan di Gaza.
“Tiga hari lagi menuju Oscar. Film kami, The Voice of Hind Rajab, dinominasikan untuk Academy Award. Saya mendapat kehormatan memainkan salah satu peran utama dalam kisah yang perlu didengar dunia,” ungkap Malhees melalui akun Instagram-nya.
Namun, ia menyatakan kesedihannya karena tidak dapat berpartisipasi dalam acara tersebut. “Saya tidak diizinkan masuk ke Amerika Serikat karena kewarganegaraan saya Palestina. Ini menyakitkan. Tapi ini lah kebenarannya. Anda bisa memblokir paspor, tapi tidak bisa memblokir suara,” tambahnya.
Motaz Malhees menekankan bahwa meskipun ia tidak bisa hadir, semangatnya akan tetap bersama film dan timnya. “Saya orang Palestina, dan saya berdiri dengan bangga dan bermartabat. Semangat saya akan bersama The Voice of Hind Rajab. Semoga sukses untuk kalian semua. Kisah kita lebih besar dari penghalang apa pun, dan akan didengar,” tulisnya.
Pada bulan Desember 2025, Trump mengeluarkan larangan bagi individu dengan paspor Otoritas Palestina untuk memasuki Amerika Serikat, bersamaan dengan larangan bagi warga dari Burkina Faso, Mali, Niger, Sudan Selatan, dan Suriah. Meskipun Malhees tidak dapat menghadiri Oscar, sutradara film tersebut, Kaouther Ben Hania, yang berasal dari Tunisia, diperkirakan akan hadir.
Di sisi lain, ibunda Hind Rajab, Wissam Hamada, yang sebelumnya hadir dalam ajang BAFTA bersama tim film, juga tidak dapat memasuki AS. Namun, ia dan keluarganya akan menyaksikan upacara tersebut dari Yunani, di mana mereka mendapatkan suaka berkat dukungan produser eksekutif film, Amed Khan.
Produser Odessa Rae menyebutkan bahwa mereka telah mencoba untuk mencari bantuan hukum agar Wissam dapat memasuki AS, namun hasilnya tidak menggembirakan. “Kami mencoba berbicara dengan seorang pengacara, dan dia mengatakan satu-satunya cara untuk memasukkannya adalah jika Marco Rubio sendiri yang menandatangani izin masuk,” jelas Rae.
Film The Voice of Hind Rajab bersaing dalam kategori Best International Feature dengan film-film lain seperti It Was Just an Accident karya Jafar Panahi, The Secret Agent karya Kleber Mendonça Filho, Sentimental Value karya Joachim Trier, dan Sirât karya Oliver Laxe.
(wk/timw)