Harga Telur Ayam Turun, Stok Melimpah Menurut Bapanas
Instagram/Andi Amran Sulaiman/Instagram
Selebriti

Menteri Pertanian memastikan stok telur ayam aman dan harga mulai menurun pasca Idulfitri.

WowKeren - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa stok dan harga telur ayam ras di Indonesia saat ini dalam kondisi stabil dan aman. Ia menjelaskan bahwa surplus produksi yang terjadi memungkinkan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

"Indonesia saat ini telah surplus untuk komoditas telur ayam ras. Pasokan melimpah dari produksi dalam negeri, bahkan kita sudah bisa ekspor," ujar Amran dalam keterangan resminya di Jakarta pada Rabu, 1 April 2026.

Amran juga menunjukkan optimisme terhadap stabilitas harga telur di pasar domestik. Ia mengingatkan para pelaku usaha untuk tidak melakukan praktik manipulasi harga. Jika terjadi penyimpangan, ia telah menginstruksikan Tim Satuan Tugas Saber Pangan untuk mengambil langkah tegas dari hulu hingga hilir.

"Kalau sampai ada kenaikan, saya minta Satgas Saber telusuri sampai distributor dan produsennya. Tidak boleh ada yang membuat anomali harga pangan," tegasnya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), konsumsi telur masyarakat Indonesia terus meningkat. Di tahun 2025, rata-rata konsumsi per kapita per minggu mencapai 2,362 kg, meningkat sebesar 19,1 persen dibandingkan tahun 2016 yang hanya 1,983 kg.


Dalam pemantauan terbaru oleh Tim Satgas Saber Pangan pada 30 Maret 2026, harga telur di pasar rakyat mulai menunjukkan penurunan setelah perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Di Yogyakarta, misalnya, harga telur di Pasar Kranggan dan Pasar Beringharjo terpantau turun dari Rp30.000 menjadi Rp28.000 per kg.

Sementara itu, harga terendah ditemukan di Pasar Gambir, Tebing Tinggi, Sumatra Utara, yang dijual seharga Rp27.200 per kg. Di daerah lain seperti Pontianak dan Raja Ampat, harga telur masih berfluktuasi di kisaran Rp33.000 hingga Rp36.000 per kg, yang dipengaruhi oleh faktor biaya distribusi.

Sebagai informasi, sesuai dengan Keputusan Kepala Bapanas Nomor 529 Tahun 2024, Harga Acuan Pembelian (HAP) untuk telur ayam ras ditetapkan maksimal Rp26.500 per kg di tingkat produsen dan Rp30.000 per kg di tingkat konsumen.

Stabilitas harga pangan ini menjadi perhatian serius bagi Presiden Prabowo Subianto. Dalam Forum Bisnis Indonesia-Jepang yang berlangsung di Tokyo pada Senin, 30 Maret 2026, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya secara langsung memantau harga pangan harian dengan menghubungi para menterinya pada waktu-waktu yang tidak terduga.

"Ya, saya akui saya seorang micromanager. Saya akan menelepon menteri-menteri saya jam 2 atau jam 5 pagi, dan bertanya kepada mereka berapa harga telur hari ini," ungkap Presiden Prabowo.

Hingga akhir tahun ini, Bapanas memproyeksikan produksi telur ayam ras nasional mencapai 7,32 juta ton, melebihi estimasi kebutuhan konsumsi nasional yang sebesar 6,47 juta ton.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait