Jasveen Sangha Dijatuhi Hukuman 15 Tahun Penjara, Terkait Kematian Matthew Perry
Instagram/Matthew Perry/Instagram
Selebriti

Jasveen Sangha, Ratu Ketamin, divonis 15 tahun penjara atas kematian aktor Matthew Perry.

WowKeren - Jasveen Sangha, seorang perempuan asal Los Angeles yang dikenal dengan julukan 'Ratu Ketamin', dijatuhi hukuman 15 tahun penjara setelah terbukti menjual narkoba yang menyebabkan kematian aktor terkenal Matthew Perry. Putusan ini diambil setelah Sangha mengaku bersalah atas lima dakwaan, termasuk distribusi ketamin yang berujung pada kematian atau cedera serius.

Jaksa menilai bahwa rumah Sangha di North Hollywood telah berfungsi sebagai pusat distribusi narkoba. Dari lokasi tersebut, ia diduga memasok berbagai jenis obat terlarang kepada klien-klien dari kalangan atas. Dalam penggerebekan yang dilakukan, aparat menemukan puluhan botol ketamin serta ribuan tablet berisi metamfetamin, kokain, dan Xanax. Ketamin sendiri merupakan obat anestesi yang seharusnya hanya digunakan di bawah pengawasan medis.

Kematian Matthew Perry, yang dikenal luas berkat perannya sebagai Chandler Bing dalam serial 'Friends', terjadi pada bulan Oktober 2023 di rumahnya di Los Angeles. Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa kematiannya disebabkan oleh efek akut dari ketamin. Perry diketahui memiliki riwayat kecanduan yang panjang dan pernah menjalani terapi menggunakan ketamin di bawah pengawasan medis. Namun, pasokan ilegal dari berbagai pihak, termasuk Sangha, diduga memperburuk kondisi kesehatannya.

Dalam persidangan, hakim menekankan pentingnya pertanggungjawaban atas tindakan Sangha. Meskipun awalnya ia tidak menunjukkan penyesalan yang cukup setelah penangkapannya, ketika diberikan kesempatan untuk berbicara, Sangha mengaku merasa menyesal dan menyadari bahwa keputusan yang diambilnya telah merusak banyak kehidupan.


Pihak keluarga Matthew Perry juga hadir dalam persidangan dan menyampaikan pernyataan emosional. Ibu tiri Perry, Debbie Perry, meminta hakim untuk menjatuhkan hukuman maksimal kepada Sangha agar kejadian serupa tidak terjadi pada keluarga lain. Ia menyatakan, 'Tindakan Sangha telah menyebabkan kerusakan yang tidak bisa diperbaiki.'

Kasus ini tidak hanya melibatkan Jasveen Sangha. Otoritas Amerika Serikat juga menyebutkan bahwa ada lima orang lain yang terlibat dalam pasokan ketamin kepada Perry. Beberapa di antara mereka termasuk tenaga medis, seperti Salvador Plasencia yang dijatuhi hukuman 30 bulan penjara, dan Mark Chavez yang mendapatkan hukuman tahanan rumah serta pembebasan bersyarat. Asisten pribadi Perry, Kenneth Iwamasa, serta individu lain yang terlibat dalam distribusi juga masih menjalani proses hukum.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena menunjukkan bagaimana kecanduan seseorang dapat dieksploitasi untuk keuntungan oleh pihak lain. Jaksa menilai bahwa para terdakwa secara sadar mengeksploitasi kondisi Perry demi keuntungan finansial, yang pada akhirnya berujung pada tragedi kematiannya.

Vonis terhadap Jasveen Sangha adalah langkah penting dalam penanganan kasus kematian Matthew Perry. Selain memberikan efek jera, kasus ini juga menegaskan bahaya penyalahgunaan obat serta pentingnya pengawasan yang ketat dalam penggunaannya.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait