Lucy Liu berbagi kisahnya menjalani operasi akibat diagnosis kanker yang tidak akurat.
- Senin, 13 April 2026 - 18:08 WIB
WowKeren - Lucy Liu, aktris terkenal yang dikenal lewat film Charlie's Angels, baru-baru ini mengungkapkan pengalamannya yang menakutkan saat menjalani operasi di tahun 1990-an akibat diagnosis medis yang tidak akurat. Dalam wawancara eksklusif dengan PEOPLE, Liu menceritakan bagaimana dia menemukan benjolan di payudaranya dan bagaimana kurangnya akses informasi medis saat itu membuat situasi semakin menakutkan.
Pada masa itu, informasi tentang kesehatan tidak semudah sekarang untuk diakses. Liu mengingat, "Itu menakutkan, karena pada saat itu informasi yang tersedia sangat terbatas, karena kami belum memiliki internet." Keadaan ini membuatnya hanya bisa mempercayakan kesehatannya kepada para profesional medis tanpa mempertanyakan lebih lanjut.
Setelah mengunjungi dokter, Liu diberitahu bahwa benjolan yang dia temukan adalah kanker. "Dia tidak melakukan pemeriksaan atau tes lanjutan apa pun, termasuk ultrasound atau mammogram," ujar Liu. Tanpa melakukan pemeriksaan lebih lanjut, dokter tersebut menyarankan agar Liu menjalani operasi untuk mengangkat benjolan itu. Namun, setelah operasi dilakukan, ditemukan bahwa benjolan tersebut bukanlah kanker.
Pengalaman traumatis ini mengubah cara pandang Liu terhadap kesehatan dan mendorongnya untuk menjadi advokat yang lebih kuat untuk dirinya sendiri di dunia medis. "Saya pikir itu adalah awal dari pemahaman tentang bagaimana membela diri sendiri," ungkapnya. Liu mengakui bahwa saat itu ia mengabaikan saran dari teman-temannya untuk mencari pendapat kedua. "Meskipun teman saya menyarankan untuk meminta pendapat kedua, saya berpikir, 'Lalu apa gunanya? Dokter itu tahu apa yang mereka bicarakan,'" tambahnya.
Dari pengalaman tersebut, Liu mengambil pelajaran berharga dan bertekad untuk memanfaatkan platformnya dalam mempromosikan manajemen kesehatan yang proaktif. Dia kini mendorong orang lain untuk memperjuangkan kesehatan mereka sendiri dan tidak ragu untuk meminta pendapat kedua ketika merasa ada yang tidak beres.
Liu berharap kisahnya dapat memberikan inspirasi bagi banyak orang untuk lebih peduli terhadap kesehatan mereka dan tidak hanya mempercayakan sepenuhnya kepada tenaga medis. Dengan berbagi pengalaman ini, dia berharap bisa membantu orang lain agar lebih aktif dalam menjaga kesehatan dan memahami pentingnya advokasi diri dalam dunia medis.
(wk/timw)