Veri AFI Berbagi Kisah Tentang Ablasio Retina yang Menghentikan Mimpinya
Instagram/Veri AFI/Instagram
Selebriti

Veri AFI bercerita tentang bagaimana ablasio retina mengubah hidup dan mimpinya menjadi desainer grafis.

WowKeren - Veri AFI, penyanyi yang dikenal setelah mengikuti ajang pencarian bakat Akademi Fantasi Indonesia (AFI), baru-baru ini mengungkapkan kondisi matanya yang mengalami ablasio retina. Hal ini membuatnya terpaksa melepaskan mimpinya untuk menjadi desainer grafis, yang telah ia kejar setelah meninggalkan dunia hiburan.

Dalam sebuah wawancara di Feni Rose Official, Veri mengungkapkan, "Aku bener-bener ngerasa duniaku seperti runtuh lagi. Aku kena ablasio retina, mata kiri aku." Penyanyi yang kini berusia 30 tahun ini menjelaskan bahwa kondisi matanya yang semakin memburuk telah menghalangi cita-citanya yang sempat ia banggakan.

Veri menceritakan, ia pernah berusaha keras untuk mengejar impiannya sebagai desainer grafis dengan kuliah dan bekerja di bidang tersebut. Namun, semuanya harus terhenti ketika ia didiagnosis dengan ablasio retina. "Jadi vonisnya itu memang udah enggak sempurna, mata kiri retinanya rusak," tambahnya.

Dia menjelaskan bahwa mata kirinya tidak mampu menangkap objek dengan jelas dan kondisi ini semakin diperburuk dengan adanya silinder pada kedua mata. "Sebelah kiri sekarang burem banget," ucapnya. Veri menambahkan, "Kanan kiri ada silinder, plus, minusnya ada. Ditambah lagi mata kiri retinanya rusak."


Bukan hanya masalah fisik yang harus dihadapi, Veri juga mengungkapkan bahwa kondisi mentalnya turut berkontribusi pada masalah kesehatan matanya. Ia mengakui bahwa saat itu ia mengalami kecemasan yang membuatnya merasa terasing. Dia memilih untuk mengurung diri dan tidak makan selama tiga bulan, yang berujung pada dehidrasi parah. "Itu juga sebenarnya yang jadi pemicu ablasio retina itu. Dehidrasi parah, tubuh kehilangan cairan, mata kering, retinanya sobek," jelasnya.

Setelah melewati masa sulit tersebut, Veri mulai berusaha bangkit kembali berkat dukungan dari teman-temannya. Ia menyadari bahwa untuk bisa sembuh, ia harus menyembuhkan terlebih dahulu kondisi kejiwaannya. "Aku belajar untuk fokus pada kesehatan mentalku sebelum fisik," ungkapnya.

Ablasio retina adalah kondisi serius yang memerlukan perhatian medis segera. Menurut Mayo Clinic, kondisi ini terjadi ketika lapisan tipis jaringan di bagian belakang mata terlepas dari posisinya yang normal. Jika tidak diobati, ablasi retina dapat menyebabkan kehilangan penglihatan permanen.

Gejala dari ablasio retina ini dapat bervariasi, mulai dari penurunan penglihatan, munculnya bintik-bintik gelap melayang, hingga hilangnya penglihatan samping. Beberapa orang juga mengalami kilatan cahaya atau penglihatan kabur, seperti ada tirai yang menutupi pandangan.

Veri AFI kini berusaha untuk tetap optimis meskipun mimpinya terhambat. Dukungan dari orang-orang terdekatnya menjadi sumber semangatnya untuk terus berjuang. Meskipun perjalanan menuju kesembuhan tidaklah mudah, Veri bertekad untuk bangkit dan menghadapi tantangan yang ada di depan.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait