Peringatan KAA ke-71: Budaya Sebagai Jembatan Perdamaian Dunia
Instagram/Fadli Zon/Instagram
Selebriti

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya budaya untuk perdamaian dunia.

WowKeren - Kementerian Kebudayaan Indonesia merayakan 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) dengan tema “Bandung Spirit: Budaya sebagai Jembatan Perdamaian Dunia”. Acara ini diadakan untuk menghidupkan kembali semangat Dasasila Bandung dalam menghadapi tantangan global saat ini.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa budaya memiliki peran penting dalam membangun perdamaian dan memperkuat kepercayaan antar negara. Dalam konteks meningkatnya rivalitas geopolitik, ia menekankan perlunya perlindungan terhadap kebudayaan sebagai fondasi keamanan global.

“Jika kita ingin membangun perdamaian yang berkelanjutan, maka kita harus melindungi kebudayaan. Tidak boleh ada perang yang menghapus sejarah suatu bangsa atau membungkam identitas,” ujar Fadli Zon dalam keterangan resminya pada hari Minggu, 19 April 2026.

Fadli juga menegaskan bahwa Indonesia, di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, tetap berpegang pada prinsip non-blok dan berkomitmen untuk memperkuat kerja sama global dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Piagam PBB.


Acara peringatan ini juga diisi dengan dialog kebudayaan yang melibatkan berbagai tokoh lintas sektor. Di antara para pembicara terdapat Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Yasser Hassan Farag Elshemy, anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifa, serta akademisi hubungan internasional, Anton Aliabbas.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, turut menyampaikan usul strategis untuk menjaga identitas sejarah. Ia mendorong agar kawasan Simpang Lima hingga Jalan Asia Afrika di Bandung ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO.

Selain diskusi, perayaan ini juga dimeriahkan dengan peluncuran buku berjudul “Konferensi Asia Afrika dalam Gambar”, yang menyajikan dokumentasi visual autentik dari peristiwa KAA 1955. Pameran foto dan narasi sejarah secara kuratorial juga ditampilkan untuk memberikan edukasi kepada publik.

Sejumlah perwakilan diplomatik dari berbagai negara sahabat hadir dalam acara ini, termasuk delegasi dari Sudan, Kamboja, Yaman, Irak, Afganistan, Sri Lanka, Thailand, India, serta Timor Leste.

Melalui agenda ini, Kementerian Kebudayaan menunjukkan komitmennya untuk menjadikan peringatan KAA sebagai sarana diplomasi budaya yang berkelanjutan. Hal ini dilakukan melalui pertukaran pengetahuan dan pelestarian warisan budaya demi mendukung perdamaian dunia.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!