Gibran Rakabuming Raka soroti masalah penerangan dan pemeliharaan di Sentra Pendidikan Mimika.
- Rabu, 22 April 2026 - 09:34 WIB
WowKeren - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyoroti kondisi fasilitas pendidikan di Sentra Pendidikan Mimika, Papua Tengah, dalam kunjungan pada Selasa, 21 April 2026. Dalam kesempatan tersebut, Gibran mengkritik minimnya pencahayaan di ruang kelas dan asrama siswa, yang dapat mengganggu proses belajar mengajar.
Saat memasuki salah satu ruang kelas yang tengah melaksanakan pelajaran matematika, Gibran langsung merasakan suasana ruangan yang redup. Ia memperhatikan hanya ada satu lampu yang berfungsi meskipun jendela kelas sudah dibuka lebar. "Gelap sekali ruangan kelasnya. Listriknya mati, Pak Guru?" tanya Gibran kepada tenaga pendidik di lokasi.
Kritik yang sama juga disampaikan saat Wapres meninjau asrama tempat siswa menginap. Menyusuri lorong asrama yang minim cahaya, Gibran menilai bahwa pemeliharaan gedung perlu ditingkatkan. "Maintenance-nya (pemeliharaannya) agak kurang ya," ujar Gibran singkat sebelum meninggalkan area asrama.
Selain masalah infrastruktur, Gibran juga mengevaluasi materi pembelajaran di laboratorium informatika. Ia berinteraksi dengan siswa kelas 10 SMA dan mempertanyakan mengapa penggunaan formula pada program Microsoft Excel belum diajarkan dan masih menggunakan input manual. "Belum diajarkan materi formula ya? Input angkanya masih manual, tidak pakai formula? Kapan diajarkan?" tanya Wapres.
Nurhayati, Guru Informatika SMAN 5 Sentra Pendidikan, menjelaskan bahwa materi tersebut baru akan diberikan pada jenjang kelas 11. Ia menekankan pentingnya pembelajaran yang lebih baik untuk mendukung perkembangan siswa.
Sentra Pendidikan Mimika saat ini menampung 1.031 siswa, yang terdiri dari jenjang SD dengan 205 siswa, SMP 285 siswa, dan SMA 541 siswa. Sekolah ini didirikan pada tahun 2010 dan difokuskan bagi putra-putri asli Mimika, khususnya suku Kamoro, Amungme, dan lima suku kerabat lainnya.
Kepala SMP Negeri Sentra Pendidikan, Anton Rante, menjelaskan bahwa fasilitas asrama diprioritaskan bagi siswa dari wilayah pesisir atau kampung terpencil agar mereka tetap mendapatkan akses pendidikan. Seluruh biaya sekolah, asrama, hingga seragam ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah, sehingga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam pendidikan.
Dalam kunjungan kerja ini, Gibran didampingi oleh Menko Polkam Djamari Chaniago, Wamenpaman Ribka Haluk, Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa, dan jajaran Forkopimda setempat. Kunjungan ini menggambarkan perhatian pemerintah terhadap kondisi pendidikan di daerah terpencil dan komitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
(wk/timw)