Taylor Swift mendaftarkan hak merek untuk suaranya dan gambarnya demi melindungi citranya.
- Selasa, 28 April 2026 - 20:31 WIB
WowKeren - Taylor Swift baru-baru ini mengajukan permohonan hak merek ke Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat untuk melindungi identitas dan citranya dari penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI). Permohonan ini diajukan pada 24 April 2026 dan mencakup tiga identitas yang ingin dipatenkan.
Di antara identitas yang didaftarkan, terdapat dua suara ikonis dari sapaan terkenal musisi asal Amerika Serikat ini, yaitu "Hey, it's Taylor Swift," dan "Hey, it's Taylor." Selain itu, merek dagang ketiga yang didaftarkan adalah visual Taylor Swift yang tengah memegang gitar merah muda saat tampil di konser The Eras Tour. Dalam gambar tersebut, Swift berpose di atas panggung berwarna merah muda dengan latar belakang cahaya kilauan dari penonton, mengenakan bodysuit berkilauan dan boots silver.
Permohonan hak merek ini diajukan atas nama TAS Rights Management, perusahaan milik Taylor Swift. Informasi mengenai pengajuan ini pertama kali terungkap oleh Josh Gerben, seorang pengacara spesialis kekayaan intelektual dari firma hukum Gerben IP. Menurut Gerben, langkah ini diambil oleh Swift sebagai respons terhadap meningkatnya kekhawatiran akan potensi penyalahgunaan AI yang dapat mencuri suara dan penampilan seseorang tanpa izin.
Keputusan ini juga mencerminkan pengalaman kurang menyenangkan yang pernah dialami oleh Taylor Swift, di mana wajahnya digunakan tanpa izin dalam berbagai gambar yang dihasilkan oleh AI, termasuk dalam bentuk konten yang tidak pantas. Salah satu insiden tersebut melibatkan penggunaan wajahnya oleh chatbot AI Meta dan penyebaran gambar pornografi yang menampilkan wajahnya.
Menjelang pemilihan presiden Amerika Serikat pada tahun 2024, Taylor Swift juga menjadi sasaran penggunaan AI ketika Donald Trump membagikan gambar yang dibuat secara digital untuk menunjukkan dukungan Swift terhadapnya. Namun, hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari perwakilan atau tim hukum Taylor Swift mengenai alasan spesifik di balik pengajuan hak merek ini.
Menariknya, Taylor Swift bukanlah artis pertama yang mengajukan permohonan merek dagang untuk melindungi identitasnya. Sebelumnya, aktor Matthew McConaughey juga melakukan hal serupa dan pada tahun 2025, Kantor Paten dan Merek Dagang AS memberikan delapan merek dagang untuknya. Salah satu merek dagang tersebut adalah suara ikonis McConaughey dari film "Dazed and Confused" (1993) yang terkenal dengan kalimat, "Alright, alright, alright!"
Secara historis, merek dagang tidak dirancang untuk melindungi kemiripan, suara, atau kepribadian seseorang, namun tim hukum McConaughey berpendapat bahwa perlindungan merek dagang dapat memberikan tambahan solusi hukum di luar klaim hak publisitas tradisional untuk menghadapi konten yang dihasilkan oleh AI yang menyalahgunakan kemiripan seseorang.
(wk/timw)