Taylor Swift berperan penting dalam memberikan rezeki bagi musisi Universal Music Group melalui penjualan saham Spotify.
- Jumat, 01 Mei 2026 - 00:32 WIB
WowKeren - Taylor Swift menjadi penyebab sejumlah musisi di bawah naungan Universal Music Group (UMG) mendapatkan rezeki yang melimpah, berkat penjualan saham UMG di Spotify. Penjualan yang diumumkan pada 29 April 2026 ini diperkirakan mencapai nilai hingga US$1,4 miliar.
Keberhasilan penjualan ini membuat kontrak antara UMG dan Taylor Swift berlaku, yang berarti seluruh artis yang tergabung di label tersebut akan mendapatkan bagian dari hasil penjualan. Seperti yang dilaporkan oleh Hollywood Reporter, peristiwa ini bermula dari negosiasi kontrak Taylor Swift saat bergabung dengan UMG pada November 2018.
Dalam negosiasi tersebut, UMG berkomitmen untuk membagikan hasil penjualan saham Spotify kepada artis-artisnya. Namun, Taylor Swift mengajukan agar pembagian tersebut bersifat non-recoupable, yang berarti tidak akan dikaitkan dengan utang atau biaya yang dimiliki artis terhadap label. Dia menegaskan bahwa ketentuan non-recoupable dalam penjualan saham Spotify adalah hal yang sangat berarti baginya, bahkan lebih dari poin kesepakatan lainnya.
Keputusan cerdas Taylor Swift ini dinilai memberikan keuntungan yang lebih besar bagi ribuan artis lainnya, sebuah hal yang dianggap hanya bisa dicapai berkat pengaruh besar yang dimilikinya. Meskipun demikian, hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai berapa banyak yang akan diterima para artis, bagaimana proses pembagian dilakukan, serta kapan pembayaran akan dilakukan.
Universal Music Group sendiri menyatakan bahwa porsi bagi artis akan konsisten dengan pendekatan mereka terhadap kompensasi. Ini berarti bahwa pembagian hasil penjualan saham akan ditentukan berdasarkan royalti yang diterima artis dan porsi mereka dalam pendapatan streaming.
Ini bukanlah kali pertama Taylor Swift mengambil sikap tegas dalam industri musik, terutama di era streaming. Pada tahun 2015, ia pernah menulis surat terbuka kepada Apple melalui Tumblr, mendesak agar layanan Apple Music tetap membayar artis selama masa uji coba gratis. Surat tersebut berhasil mengubah kebijakan Apple, seperti yang dikonfirmasi oleh eksekutif Apple, Eddy Cue.
Selain itu, Taylor Swift juga pernah menarik seluruh musiknya dari Spotify sebagai bentuk protes terhadap rendahnya pembayaran yang diterima dibandingkan dengan penjualan album. Namun, musiknya kembali tersedia di platform tersebut pada tahun 2017. Dengan langkah-langkah ini, Taylor Swift menunjukkan komitmennya untuk memperjuangkan hak-hak artis di dunia musik.
(wk/timw)