Efek Rumah Kaca Mengguncang Aksi May Day 2026 di Depan DPR
Auto Generated/AI Generated
Selebriti

Grup musik Efek Rumah Kaca menghibur peserta aksi May Day 2026 di Jakarta dengan lagu-lagu hits.

WowKeren - Grup musik Efek Rumah Kaca (ERK) tampil menggebrak dalam aksi Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 yang berlangsung di depan Gedung DPR pada Jumat petang, 1 Mei 2026. Dengan semangat yang menggebu, ERK mengajak para peserta aksi untuk bernyanyi bersama dalam momen yang sarat makna ini. Aksi ini dihadiri oleh massa gabungan buruh dari Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK), serta mahasiswa.

Dalam penampilan yang penuh energi, ERK membawakan beberapa lagu hitsnya, seperti 'Seperti Rahim Ibu', 'Mosi Tidak Percaya', dan 'Udara'. Lagu-lagu tersebut berhasil menggerakkan para demonstran untuk menyanyi bersama dalam satu koor yang harmonis. Selain Efek Rumah Kaca, sejumlah band dan musisi indie lainnya juga turut meramaikan panggung musik dadakan di lokasi tersebut, menambah semarak aksi.

Aksi May Day 2026 ini membawa dampak signifikan terhadap lalu lintas di sekitar Gedung DPR. Pihak kepolisian menutup Jalan Gatot Subroto yang mengarah ke Slipi untuk mengatur arus kendaraan. Pengalihan lalu lintas dilakukan untuk kendaraan dari arah Semanggi menuju Slipi yang diarahkan ke jalur alternatif seperti Jalan Asia Afrika dan Jalan Gerbang Pemuda. Hal ini diungkapkan oleh Senior Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad, Ginanjar Bekti, yang juga menjelaskan bahwa akses keluar Slipi pada KM 09+650 Ruas Tol Dalam Kota arah Grogol ditutup sementara untuk mendukung kelancaran lalu lintas.


Di sisi lain, Ketua Umum KASBI, Sunarno, menjelaskan alasan pihaknya tidak bergabung dalam peringatan resmi Hari Buruh bersama Presiden Prabowo Subianto di Monas. Menurut Sunarno, tindakan tersebut bukan karena kebencian terhadap pemerintah, melainkan sebagai respon terhadap kondisi ketenagakerjaan yang masih buruk di Indonesia. "Kami memang sengaja melakukan aksi di gedung DPR, tidak di Monas bersama Presiden. Kami juga diundang, tapi bukan berarti kami membenci pemerintahan," ungkap Sunarno saat audiensi dengan pimpinan DPR RI di kompleks parlemen.

Sunarno menegaskan bahwa mereka ingin menyuarakan aspirasi dari buruh di tingkat grassroots, terutama mengingat kondisi ketenagakerjaan yang masih jauh dari harapan. Dalam aksi tersebut, KASBI mengusung beberapa tuntutan penting, salah satunya adalah pembuatan Undang-Undang Ketenagakerjaan baru yang diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan buruh. Sunarno meminta DPR untuk segera membahas undang-undang tersebut dengan melibatkan unsur-unsur dari serikat buruh, agar substansinya sesuai dengan tuntutan kaum buruh.

Selain itu, sistem pengupahan di Indonesia juga menjadi perhatian utama. KASBI meminta pemerintah dan DPR untuk bersinergi dalam mengatasi disparitas upah buruh yang masih terjadi. Tuntutan lainnya mencakup sistem outsourcing, kerja kontrak, pemagangan, serta ratifikasi konvensi ILO 188 tentang pekerja perikanan dan ILO 190 mengenai tindakan kekerasan di dunia kerja. Sunarno berharap pemerintah dapat segera melakukan ratifikasi tersebut.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!