Banksy mengonfirmasi bahwa dirinya adalah pencipta patung misterius di London.
- Sabtu, 02 Mei 2026 - 11:31 WIB
WowKeren - Banksy akhirnya mengonfirmasi bahwa dirinya adalah otak di balik kemunculan patung pria berjas yang menarik perhatian di London. Patung yang terletak di Pall Mall ini pertama kali terlihat pada Rabu, 29 April 2026, dan menggambarkan sosok pria berjas yang tampak melangkah dengan gagah sambil memegang bendera yang menutup pandangannya.
Patung ini berdiri di atas tumpuan dengan satu kaki melangkah keluar, seolah terjun tanpa sadar karena wajahnya terbungkus bendera yang dibawanya. Dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui juru bicaranya, Banksy menyebutkan, "Sang seniman meluncurkan monumen tanpa izin ini pada dini hari kemarin," merujuk pada waktu instalasi patung tersebut.
Menurut Banksy, ia memilih lokasi tersebut karena merasa ada "sedikit kekosongan" di kawasan itu. Ia juga mengunggah sebuah video di akun Instagram-nya yang menunjukkan proses pemasangan patung tersebut di bawah kegelapan malam menggunakan alat berat. Dalam video tersebut, terdapat komentar kritis dari seorang pejalan kaki, yang mengungkapkan ketidaksukaannya terhadap patung tersebut. "Saya tidak suka. Patung yang di atas sana jauh lebih bagus-saya lebih suka yang itu," ujar seorang pria lanjut usia sembari menunjuk ke arah patung lain di ujung jalan.
Lokasi patung ini cukup strategis, berada di Waterloo Place, dekat dengan beberapa monumen bersejarah seperti patung Raja Edward VII dan perawat Florence Nightingale. Munculnya karya ini cukup mengejutkan, hanya berselang sebulan setelah sebuah investigasi mengklaim telah mengonfirmasi identitas asli Banksy, seorang pria Inggris bernama Robin Gunningham, yang dikenal berusia 52 tahun.
Seperti karya-karya Banksy sebelumnya, patung ini langsung memicu antusiasme publik. Ollie Isaac, seorang mahasiswa berusia 23 tahun yang turut mengantre untuk melihat patung tersebut, mengungkapkan pendapatnya. "Bersama Banksy, ini adalah acara dengan waktu terbatas karena ini adalah seni publik-Anda tidak tahu berapa lama karya ini akan bertahan," ujarnya. Ia menilai bahwa patung tersebut sangat brilian dan mungkin merupakan respons terhadap kembalinya paham nasionalisme, menambahkan bahwa setelan jas patung tersebut "sangat mencirikan politisi."
Seorang guru bernama Lynette Cloraleigh, yang berusia 55 tahun, juga menyatakan rasa ingin tahunya tentang bagaimana patung tersebut bisa muncul secara tiba-tiba. "Saya suka penempatannya. Menarik sekali melihat bagaimana benda ini bisa sampai di sini," katanya.
Karya ini bukanlah yang pertama kali bagi Banksy dalam menghadirkan patung "liar" di London. Pada tahun 2004, ia pernah meluncurkan patung The Drinker, yang merupakan satire terhadap patung perunggu ikonis Auguste Rodin, The Thinker, yang diletakkan di dekat Shaftesbury Avenue. Meskipun patung ini hadir tanpa izin, pihak Dewan Westminster menyambut baik kehadirannya. Mereka menyatakan, "Kami sangat antusias melihat patung terbaru Banksy... yang menjadi tambahan mencolok bagi dunia seni publik kota ini yang dinamis," dan menambahkan bahwa mereka telah mengambil langkah untuk melindungi patung tersebut agar tetap dapat diakses oleh masyarakat luas.
(wk/timw)