Program BSPS Khofifah Dorong Ekonomi dan Turunkan Angka Kemiskinan di Jatim
Instagram/Khofifah Indar Parawansa/Instagram
Selebriti

Gubernur Khofifah ungkap peran penting program BSPS dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

WowKeren - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) memiliki peran strategis dalam menurunkan angka kemiskinan di provinsi tersebut. Melalui penyediaan hunian layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), program ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan ekonomi warga di Jawa Timur.

“Program BSPS ini sangat strategis karena langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, yaitu hunian yang layak. Dampaknya tidak hanya pada peningkatan kualitas hidup, tetapi juga berkontribusi langsung pada penurunan kemiskinan,” ujar Khofifah dalam sebuah acara di Surabaya, pada Senin (4/5/2026).

Mantan Menteri Sosial RI tersebut menambahkan bahwa jumlah renovasi rumah melalui skema BSPS di Jawa Timur mengalami lonjakan signifikan. Dari yang sebelumnya tercatat sekitar 2.914 unit pada 2025, kini pada tahun 2026, jumlahnya melonjak menjadi 33.000 unit.

Menurut Khofifah, hunian layak merupakan indikator penting dalam kesejahteraan masyarakat yang berhubungan langsung dengan aspek kesehatan, pendidikan, dan produktivitas keluarga. “Ketika masyarakat memiliki rumah layak, kualitas hidup mereka meningkat. Ini menekan beban ekonomi, meningkatkan kesehatan keluarga, hingga memperkuat daya tahan sosial,” tambahnya.


Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menjelaskan bahwa program BSPS di Jawa Timur kini terintegrasi dengan penguatan modal. Para penerima bantuan juga disinergikan dengan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan serta pembiayaan Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar untuk pelaku usaha perempuan.

“Tujuannya agar keluarga penerima tidak hanya punya rumah layak, tapi juga memiliki ketahanan ekonomi yang mandiri,” kata Maruarar. Ia juga memprediksi bahwa proyek pembangunan 33.000 unit rumah ini akan menjadi motor penggerak ekonomi lokal, yang diperkirakan mampu menyerap hampir 100 ribu tenaga kerja dari berbagai sektor, mulai dari konstruksi hingga industri bahan bangunan.

“Ekosistem perumahan menggerakkan banyak sektor, dari toko bangunan hingga UMKM. Inilah yang kita harapkan menjadi pengungkit ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Anggota DPR RI Bambang Haryo Soekartono menambahkan bahwa khusus untuk wilayah Surabaya, terdapat 1.252 kepala keluarga yang terdaftar sebagai penerima BSPS. Hingga awal Mei 2026, sebanyak 600 penerima di antaranya telah terverifikasi. Ia mengapresiasi langkah ini sebagai bagian dari program besar pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto untuk masyarakat kecil.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait