Jawa Timur Siap Suplai Hewan Kurban dengan Stok Melimpah di 2026
Instagram/Khofifah Indar Parawansa/Instagram
Selebriti

Gubernur Khofifah memastikan ketersediaan hewan kurban di Jatim surplus di 2026.

WowKeren - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengumumkan bahwa ketersediaan hewan kurban menjelang Idul Adha 2026 berada dalam kondisi surplus yang signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa Jawa Timur siap menjadi penopang kebutuhan hewan kurban tidak hanya untuk wilayahnya sendiri, tetapi juga untuk provinsi lain di Indonesia.

Dalam pernyataannya, Khofifah menegaskan bahwa sektor peternakan di Jawa Timur masih menduduki peringkat pertama secara nasional. Ini terlihat dari melimpahnya stok hewan ternak yang ada di berbagai sentra peternakan di wilayahnya. "Alhamdulillah, kondisi sapi-sapi di sini sehat dan besar. Bahkan ada yang bobotnya lebih dari satu ton. Ini indikator bahwa kualitas ternak kita sangat baik," ungkap Khofifah setelah meninjau sentra peternakan sapi di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Berdasarkan data dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, proyeksi kebutuhan total ternak kurban di tahun ini mencapai 427.060 ekor, yang terdiri dari 70.550 ekor sapi, 297.900 ekor kambing, 58.600 ekor domba, dan 10 ekor kerbau. Namun, jumlah ketersediaan hewan ternak jauh melampaui kebutuhan tersebut, menunjukkan surplus yang signifikan.


"Untuk sapi, kebutuhan kita 70.550 ekor, sementara ketersediaan mencapai 629.119 ekor. Artinya, kita surplus 558.569 ekor sapi," jelasnya. Kondisi yang sama juga terjadi pada komoditas ternak lainnya, di mana stok kambing di Jawa Timur mencapai 940.693 ekor (surplus 642.793 ekor), domba tersedia sebanyak 484.468 ekor (surplus 452.868 ekor), dan kerbau tersedia 1.698 ekor (surplus 1.688 ekor).

Khofifah juga memastikan bahwa meskipun jumlah hewan kurban melimpah, aspek kesehatan hewan tetap menjadi prioritas utama. Semua hewan yang akan dijadikan kurban telah melalui proses vaksinasi, penerapan biosecurity, serta pengobatan rutin untuk menjaga kualitas dan kesehatan hewan tersebut.

"Ketersediaan sangat cukup dan terjamin kesehatannya. Kami juga menerjunkan petugas pemeriksa untuk melakukan pemantauan ante-mortem (sebelum dipotong) dan post-mortem (setelah dipotong) guna menjamin kelayakan daging kurban bagi masyarakat," pungkas Khofifah.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait