Erin Taulany vs Penyalur ART: Ancaman Hukum dan Dugaan Penganiayaan Memanas
Instagram/Erin Wartia Trigina/Instagram
Selebriti

Kasus dugaan penganiayaan antara Erin Taulany dan penyalur ART Nia semakin memanas.

WowKeren - Penyalur asisten rumah tangga (ART) untuk Erin Wartia Trigina, Nia, menunjukkan keberanian dalam menghadapi ancaman tuntutan hukum dari mantan istri Andre Taulany tersebut. Hal ini terjadi setelah Erin melaporkan dugaan penganiayaan yang dialami oleh mantan ART-nya, H, kepada pihak berwajib.

Nia, selaku penyalur ART, tetap teguh pada pendiriannya meskipun Erin mengancam akan menuntutnya. Nia mengklaim bahwa kehadirannya di kediaman Erin pada malam kejadian adalah untuk memenuhi tanggung jawabnya sebagai penyalur. H sendiri meminta bantuan Nia karena merasa mendapatkan perlakuan kasar dari Erin. "Tidak apa-apa [digugat Erin]. Saya waktu itu kan datang malam-malam sesuai laporan pekerja saya. Ini laporan pekerja saya, saya datang malam itu dengan niat baik-baik," ungkap Nia saat memberikan keterangan di Polres Metro Jakarta Selatan.

Nia melanjutkan, "Saya sebelum ke situ pun saya enggak membawa polisi, dan yang menyuruh melapor ke polsek juga Bu Erin." Menurut Nia, Erin bahkan meminta agar H disuruh pergi saat ia berusaha membantu. "Kalau terjadi apa-apa [kepada ART], saya dong yang salah. Apa tanggung jawab saya sebagai penyalur kalau saya tidak membawa dia pulang?" tegas Nia.


Sementara itu, H selaku mantan ART Erin juga memberikan pernyataan mengenai dugaan penganiayaan yang dialaminya. Ia mengaku sering dihina dan diomeli oleh Erin karena kesalahan kecil. H menceritakan bahwa ia pernah dipukul dengan kepala gagang sapu oleh Erin hanya karena tidak menutup pintu kamar mandi. Selain itu, H juga mengaku mendapat kata-kata kasar dari Erin seperti "bego", "gembel", dan "tolol". Dalam cerita H, Erin bahkan menendangnya hingga terjatuh setelah menyuruhnya jongkok setelah salat.

Kasus antara Erin dan H mulai menjadi perhatian publik setelah akun media sosial milik Nia memviralkan dugaan penganiayaan tersebut. H melaporkan Erin ke Polres Metro Jakarta Selatan pada Rabu, 29 April, dengan tuduhan melakukan kekerasan fisik, termasuk pemukulan dan pencekikan. Erin, di sisi lain, membantah semua tuduhan dan mengklaim memiliki bukti berupa rekaman CCTV serta kesaksian dari orang lain yang berada di lokasi kejadian.

Erin menjelaskan, "Saya punya bukti kuat bahwa insiden penganiayaan tersebut tidak pernah terjadi." Dalam situasi yang semakin kompleks ini, kedua belah pihak tampaknya siap untuk memperjuangkan hak mereka masing-masing di hadapan hukum.

Kasus ini menunjukkan betapa rumitnya hubungan antara majikan dan asisten rumah tangga, terutama ketika melibatkan masalah kekerasan dan pencemaran nama baik. Publik pun menanti perkembangan lebih lanjut dari kasus ini dan bagaimana proses hukum akan berlangsung ke depannya.

(wk/timw)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait