Erick Thohir mendorong transformasi SEA Games untuk mempersiapkan atlet menuju Olimpiade.
- Selasa, 05 Mei 2026 - 15:33 WIB
WowKeren - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, mengusulkan perubahan fundamental dalam penyelenggaraan SEA Games. Ia menekankan bahwa ajang olahraga terbesar di Asia Tenggara ini seharusnya berorientasi pada pembinaan atlet ke tingkat internasional, bukan hanya sekadar ajang perebutan medali antarnegara.
Pernyataan tersebut disampaikan Erick dalam forum SEA Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 yang berlangsung di Bali pada Senin (4/5/2026). "Sudah sepantasnya ajang ini menjadi aset berharga di bidang olahraga yang kita miliki bersama," ujarnya dalam pernyataan resmi.
Erick menilai bahwa penyelenggaraan SEA Games selama ini belum optimal, sering kali dipengaruhi oleh kepentingan tuan rumah, terutama dalam pemilihan cabang olahraga dan nomor pertandingan yang tidak selalu mengacu pada standar Olimpiade demi mengejar status juara umum.
Untuk mengatasi hal ini, Menpora mengusulkan agar SEA Games didominasi oleh nomor-nomor Olimpiade. Dengan langkah ini, ajang tersebut akan memiliki tolok ukur prestasi yang jelas dan dapat berfungsi sebagai persiapan yang matang menuju Asian Games serta Olimpiade.
"Kita bertanggung jawab untuk membentuk masa depan olahraga di regional ini. Pembenahan struktur pertandingan yang konsisten, tata kelola transparan, serta perencanaan komersial jangka panjang adalah kunci daya saing SEA Games," tegasnya.
Gagasan ini mendapatkan dukungan luas dari negara-negara anggota. Menteri Olahraga Filipina, John Patrick Gregorio, menyatakan bahwa peningkatan kualitas kompetisi akan mendongkrak nilai ekonomi SEA Games. Senada, Acting Minister of Culture, Community and Youth Singapura, David Neo Chin Wee, memberikan dukungan penuh agar kompetisi lebih selaras dengan cabang Olimpiade.
Perwakilan dari Vietnam dan Laos juga menyambut positif ide tersebut. Wakil Menteri Pendidikan dan Olahraga Laos, Kingmano Phommahaxay, bahkan mengusulkan pembentukan tim ad hoc untuk menindaklanjuti rencana transformasi ini secara teknis.
Kesepakatan para menteri olahraga se-Asia Tenggara akhirnya secara resmi dimasukkan ke dalam Bali Declaration, yang merupakan dokumen komitmen bersama untuk membawa olahraga kawasan ke level dunia.
(wk/timw)