Britney Spears berhasil terhindar dari penjara setelah mengaku bersalah atas kasus mengemudi ugal-ugalan.
- Selasa, 05 Mei 2026 - 16:34 WIB
WowKeren - Penyanyi pop terkenal, Britney Spears, berhasil terhindar dari hukuman penjara setelah mengaku bersalah dalam kasus dugaan mengemudi di bawah pengaruh alkohol (DUI) pada sidang yang berlangsung pada Senin, 4 Mei 2026. Kesepakatan hukum yang dicapai dengan jaksa mengubah tuduhan awalnya menjadi pelanggaran yang lebih ringan, yaitu mengemudi ugal-ugalan.
Kronologi penangkapan Britney Spears dimulai pada 4 Maret 2026, ketika ia ditangkap di Ventura County, California. Penangkapan tersebut dilakukan setelah polisi menghentikannya karena diduga mengemudi dalam kondisi terpengaruh alkohol, melaju dengan kecepatan tinggi dan berperilaku tidak stabil di jalan raya. Kasus ini kemudian berlanjut ke pengadilan sampai akhirnya diselesaikan melalui kesepakatan pembelaan.
Dari hasil kesepakatan tersebut, Britney Spears dijatuhi sejumlah hukuman, antara lain 12 bulan masa percobaan informal, kewajiban mengikuti program edukasi DUI, rutin menjalani perawatan kesehatan mental, dan bersedia menjalani pemeriksaan kendaraan jika diminta oleh aparat. Pengacara Spears, Michael A. Goldstein, menyatakan bahwa keputusan ini merupakan hasil yang lebih ringan dibandingkan dengan tuduhan awal.
“Ia baik-baik saja. Tuduhan DUI dibatalkan. Ia mengaku bersalah atas pelanggaran yang lebih ringan,” ujar Goldstein menanggapi hasil sidang tersebut. Sebelum sidang, Britney Spears juga diketahui telah secara sukarela menjalani rehabilitasi. Ia sempat berinteraksi dengan penggemar melalui media sosial, termasuk membagikan momen bersama putranya, Jayden Federline.
Kasus hukum ini mengingatkan publik pada masa lalu Spears yang pernah menghadapi berbagai masalah hukum, termasuk insiden yang terjadi pada tahun 2007. Dalam beberapa tahun terakhir, kehidupan pribadi dan profesional Spears menjadi sorotan, terutama setelah merilis memoar berjudul 'The Woman In Me', di mana ia mengungkapkan sisi-sisi kehidupannya, mulai dari karier, hubungan pribadi, hingga pengalaman pahit selama 13 tahun di bawah konservatori.
Selain isu hukum, Britney Spears juga dilaporkan telah menjual katalog musiknya kepada Primary Wave pada akhir tahun 2025. Meskipun nilai transaksi tersebut tidak diungkap ke publik, kabar ini menambah daftar perjalanan hidup Spears yang penuh dinamika. Kasus ini menunjukkan upayanya untuk menjalani proses hukum sembari berusaha pulih secara pribadi dari berbagai tantangan yang dihadapinya.
(wk/timw)