Kim Dong Jun dari Jeju SK mengungkapkan keprihatinannya terhadap perilaku negatif fans K-League.
- Rabu, 06 Mei 2026 - 03:34 WIB
WowKeren - Pada tanggal 5 Mei 2026, terjadi insiden di pertandingan K-League antara Bucheon FC 1995 dan Jeju SK yang menyoroti masalah perilaku supporter. Di hari yang seharusnya penuh keceriaan bagi anak-anak, suasana stadion justru dipenuhi dengan teriakan negatif dan cacian yang mencoreng nilai-nilai olahraga yang seharusnya dijunjung tinggi.
Pertandingan ini merupakan 'derby relokasi' yang menyimpan sejarah emosional bagi kedua tim. Sejak Jeju berpindah dari Bucheon pada tahun 2006, luka lama masih terasa. Bucheon yang kini menjadi tim warga pun telah berjuang keras untuk kembali ke level tertinggi, sambil terus menyimpan kenangan pahit dari masa lalu.
Sebelum pertandingan dimulai, pelatih Bucheon, Lee Young Min, meminta agar supporter menjaga perilaku mereka dengan mengatakan, "Saya menyadari emosi para fans terhadap pertandingan ini, tetapi karena ini adalah Hari Anak, saya berharap kita bisa membawa dukungan yang lebih bersih dan positif." Namun, harapan tersebut tidak terwujud, dan suasana semakin memanas seiring berjalannya pertandingan.
Kim Dong Jun, penjaga gawang Jeju, yang terus-menerus menghadapi ejekan dari supporter Bucheon, menyatakan, "Saya selalu menghormati semua supporter dan membungkukkan badan sebagai tanda penghormatan. Namun, hanya supporter Bucheon yang terus menerus melontarkan kata-kata kasar. Pada hari yang istimewa seperti 5 Mei, saya berharap mereka bisa menahan diri, tetapi saya malah mendengar umpatan yang lebih keras."
Ini bukanlah pertama kalinya Kim Dong Jun mengalami hal tersebut. Ia mengingat insiden serupa pada pertandingan sebelumnya di kandang Jeju, di mana supporter Bucheon juga menunjukkan perilaku yang sama saat ia berusaha untuk memberikan salam penghormatan. Ia merasa sangat terkejut dengan reaksi tersebut, karena di klub-klub lain, supporter biasanya memberikan tepuk tangan sebagai tanda penghargaan.
Kim Dong Jun juga menyoroti bahwa perilaku negatif ini harus diubah. "Kami bukanlah yang memutuskan untuk berpindah, tetapi kami adalah pemain yang terpilih untuk membela tim ini. Sulit untuk memahami mengapa kami terus dihujani cacian hanya karena keputusan yang diambil oleh pihak lain," ujarnya dengan tenang.
Ia melanjutkan, "Perusahaan pun melihat citra. Tidak mudah bagi mereka untuk memilih tim dengan budaya yang menyedihkan seperti ini. Kita perlu budaya yang lebih saling menghormati. Mungkin perilaku tersebut membuat penggemar yang mencintai K-League pergi. Ini sangat disayangkan bagi kami sebagai penggiat olahraga."
Kim Dong Jun juga menyiratkan bahwa para pemain Bucheon pasti merasakan kesedihan yang sama. Ia berharap agar semua pihak merenungkan apakah mengekspresikan emosi negatif adalah hal yang baik. "Saya rasa, federasi sepak bola dan klub Bucheon perlu meminta para fans untuk menahan diri. Kita harus ingat bahwa anak-anak juga menyaksikan pertandingan ini, jadi sudah saatnya untuk berubah," tegasnya.
Sayangnya, upaya Lee Young Min untuk memberikan pengalaman positif bagi anak-anak dan menciptakan momen berharga bagi para penggemar harus terhalang oleh perilaku sebagian supporter yang melewati batas. Alih-alih membahas permainan yang menarik, sorotan lebih tertuju pada tindakan negatif yang mengganggu suasana pertandingan.
(wk/timw)